Segel UN Terbuka, Model Soal Membingungkan Siswa

6-unas-batuSegel UN Terbuka, Model Soal Membingungkan SiswaBatu,Bhirawa
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMP Raden Patah, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu sedikit terganggu, sebab segel naskah UN sudah dalam keadaan terbuka sebelum dibagikan ke peserta ujian, Senin (5/5). Padahal segel naskah UN bagian luar masih tertutup. Dinas Pendidikan memastikan bahwa terbukanya segel tersebut bukan terjadi di Kota Batu, namun diduga terjadi saat pengemasan naskah soal.
Selain ditemukan segel naskah UN bagian dalam terbuka, terjadi juga penundaan pelaksanaan ujian di beberapa sekolah. Seperti satu kelas di SMPN 1 Batu dan satu kelas di SMP Muhammadiyah 8. Penundaan ini terjadi dikarenakan model soal yang dibuat terlalu membingungkan. Naskah soal ujian tingkat SMP ini ada 3 model, ada yang menggunakan sampul dan ada yang tidak bersampul.
Di SMP Muhammadiyah 8, pelaksanaan ujian sempat tertunda selama 30 menit. Pasalnya panitia harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan. “Kita tunda selama 30 menit untuk mengkonsultasikan masalah ini dengan Dinas Pendidikan, akhirnya muncul kebijakan untuk mengosongkan soal nomor 13,” terang Edy Susanto, Humas SMP 8.
Menurutnya, ada 3 model soal yang berbeda, ada yang bersampul dan ada yang tidak bersampul. Satu soal yang bersampul¬† berisikan soal ujian nomor 13 hingga 38, sementara yang tidak bersampul nomor 1 hingga nomor 12 dan nomor 39 hingga nomor 50. “Ternyata yang bersampul ada yang dimulai sampai nomor 14, artinya yang soal nomor 13 tidak ada. Dan setiap ruangan ada 2 hingga 3 anak yang nomor 13-nya tidak ada,” jelas Edy.
Hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan, nomor 13 harus dikosongkan. Namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya peserta yang nomor 13 ada, tetap diperbolehkan mengisi soal, sementara peserta yang tidak ada nomor 13 dikosongkan. Kemudian ditindaklanjuti oleh pengawas dengan menulis berita acara bahwa peserta nomor ujian x soal nomor 13-nya tidak ada.
Kekisruhan juga terjadi di SMPN 1 Batu, salah satu kelas terpaksa ditunda ujiannya. Panitia mengganti soal ujian UN lantaran soal ujian sudah terlanjur dicampur, hingga menimbulkan kebingungan dan bila tetap dipaksakan dikerjakan, bisa terjadi kekeliruan penulisan jawaban.
“Karena terlanjur di campur, kalau dipaksakan menjawab soal pasti aka nada kekeliruan, karena itu kita lebih memilih untuk menggunakan soal cadangan,” ujar Abdul Rais, Kasie Dikmen, Dindik Kota Batu.
Ia tak memungkiri jika terjadi banyak kebingungan dengan format naskah UN yang ada. Namun ketika ada kesalahan, pihaknya langsung berkomunikasi dengan pihak Dindik propinsi. “Mengenai segel terbuka, itu juga kesalahan ada di percetakan saat pengemasan,”ujarnya. [nas]

Tags: