Sekda Sidoarjo Apresiasi dan Evaluasi E-Buddy

Ahmad Zaini. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Pengelolaan tata naskah dinas di lingkungan OPD Pemkab Sidoarjo yang hampir 1 tahun ini telah menggunakan mekanisme E-buddy, mendapat apresiasi dari Sekda Kab Sidoarjo, Ahmad Zaini.

Sekda yang termasuk Kepala Sekretariat Daerah dan juga pengguna E-buddy, berharap semoga inovasi E-buddy membuat tata kelola naskah dinas dan kinerja ASN di Kab Sidoarjo semakin menjadi lebih baik.

“Secara umum, kita akui sudah bagus,” komentar Ahmad Zaini, Selasa (15/12) kemarin. Cuma tentu saja, lanjut Zaini, masih ada beberapa point yang harus dievaluasi. Masih adanya kekurangan, menurut Zaini, sangat perlu untuk segera dibenahi.

Pertama, masalah ukuran huruf dan jenis huruf yang dipakai dalam tata naskah dinas. Zaini mengaku masih menemui kadang masih berbeda-beda. Menurutnya harus ada ketentuan untuk keseragaman.

“Sebab ini surat resmi. Harus ada ketentuan. Bila ada pemalsuan, bisa tahu,” katanya. Menurutnya, kadang tidak hanya ditemui di lingkungan Setda tapi juga pada OPD lainnya.

Kedua, pemakaian logo Kab Sidoarjo. Menurut penilaiannya, bermacam-macam. Itu karena OPD mengambil dari berbagai file. Menurut Zaini, logo Kab Sidoarjo ada ketentuannya. Maka nanti, akan dikeluarkan surat resmi tentang pemakaian logo yang resmi.

Ketiga, pemakaian kop surat. Menurut ia, selama ini dianggap sekedar copy paste saja. Sehingga, kalau itu salah maka seterusnya akan bisa salah. Dirinya masih sering melihat formatnya berbeda-beda. Masih tidak sesuai ketentuan.

Keempat, tentang absensi. Selama ini ASN menggunakan absesnsi berbasis web dan juga menggunakan absensi berbasis E-Buddy. Nanti pada per Januari 2021, semuanya harus menggunakan absensi berbasis E-buddy.

“Absensi itu untuk mengukur pemberian TPP bagi ASN. Maka harus lewat E-buddy. Sistem E-buddy terintegrasi dengan pemberian besaran TPP. Nanti akan kami keluarkan SE nya,”kata Zaini.

Yang ia herankan, ternyata masih ada pimpinan OPD yang tidak pernah membuka surat dinas atau nota dinas lewat E-buddy. Namun hanya cukup disharekan kepada anak buahnya. Menurut Zaini, para pimpinan OPD wajib untuk membuka surat dinas atau nota dinas lewat E-buddy. [kus]

Tags: