Sekda Terimakasih Ponpes Tebu Ireng Membimbing Mantan Pengikut Tajul Muluk

Sampang, Bhirawa-
Sekdakab Sampang H. Yuliadi Setiyawan membuka Halal Bihalal dan Temu Alumni Ikatan Keluarga Santri Madura Pesantren Tebuireng Jombang (IKAPETE) di Pendapa Trunojoyo, merupakan momentum baik, bahkan Sekdakaab Sampang ucapan Terimakasih Telah Membimbing Mantan Pengikut Tajul Muluk.

Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, K. H. Fahmi Amrullah Hadziq, Pelindung IKAPETE, Para Alumni Senior Tebuireng, Ketua IKAPETE, Ketua Ikatan Santri Madura (IKSMA) dan sejumlah alumni serta santri Tebuireng asal Madura.

Sekdakab Sampang H. Yuliadi Setiyawan ini menyambut baik acara tersebut dan memuji kontribusi pondok pesantren Tebuireng untuk bangsa dan negara selama ini. Rabu (18/5)

“Tebuireng ini sudah terbukti luar biasa kepada negara ini sejak dulu. Kami Bupati, Wabup Camat hingga Perangkat Desa siap menerima dan bersinergi bersama,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Haji Wawan itu menyampaikan rasa terimakasihnya karena telah menerima warga Sampang yang mengungsi di Jemundo untuk belajar di Pondok Pesantren Tebuireng.

“Kami berterimakasih, khususnya atas kontribusi terhadap saudara-saudara kami di Jemundo, yang sebagian dari mereka kami sekolahkan di Tebuireng. Hal ini menjadi langkah besar sehingga saat ini mereka bisa pulang ke Sampang, ” tandasnya.

H. Wawan menegaskan bahwa eks pengikut Tajul Muluk yang pulang kembali ke kampung halamannya, kini telah kembali ke ahlussunnah waljama’ah.

“Bagi masyarakat Sampang perlu mengetahui bahwa Penyintas ajaran Tajul Muluk kini sudah kembali ke ahlusunnah waljama’ah,” pungkasnya.

Sementaara Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang K.H. Fahmi Amrullah Hadziq dalam pidatonya mengajak untuk terus menjalin silaturrahmi dengan siapa saja, sebab selain membawa keberkahan juga akan membuka kesempatan yang baik.

Dirinya mencontohkan momen ketika Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Sampang beserta jajarannya berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang dan membuka peluang bagi anak-anak penyintas pengikut Tajul Muluk untuk menuntut ilmu.

“Saya ingat ketika Bupati, Wakil Bupati dan jajaarannya mengantar sejumlah santri eks Pengikut Tajul Muluk ke Pondok kami, dari hasil silaturahmi tersebut mereka berkesempatan belajar di Pondok kami. MasyaAllah mereka anak-anak yang istemewa, hanya saja waktu itu belum menemukan jalannya, ” ungkapnya.(lis.gat)

Tags: