Sekdaprov Dampingi Kunjungan Kerja Wapres RI di Blitar

28-pasca-erupsi-keludBlitar, Bhirawa
Sekdaprov Jatim Dr H. Akhmad Sukardi bersama istri, Hj Chairani Yuliati mendampingi rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden RI Prof Dr H Boediono beserta istri Hj Herawati di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Minggu (27/4).
Kunjungan Boediono di Blitar yang juga merupakan tanah kelahirannya tersebut diawali dengan meresmikan Masjid Besar Mustawan, salah satu masjid besar dengan arsitektur yang megah di Kabupaten Blitar.
Setelah meresmikan Masijd Besar Mustawan, Boediono dengan didampingi Sukardi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Kecamatan Nglegok yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid. Di Puskesmas tersebut, Boediono mendapat penjelasan mengenai penanganan yang dilakukan puskesmas pasca bencana erupsi Gunung Kelud.
Wakil Bupati Blitar Drs H Riyanto menjelaskan, setelah terjadi erupsi Gunung Kelud, Puskesmas Nglegok segera melakukan monitoring kesehatan warga yang tersebar di 12 desa. “Setelah erupsi kelud, setiap hari kami melakukan monitoring ke 12 desa tersebut untuk melihat kondisi kesehatan warga, khususnya¬† ibu-ibu, bayi dan balita” tuturnya.
Senada dengan Riyanto, Kadinkes Blitar Dra Supardani mengatakan, selain monitoring tersebut, pihaknya juga melakukan pengobatan dan membagikan 25 ribu masker setiap hari. “Kami memberikan vitamin, obat tetes mata. Khusus untuk ibu-ibu hamil dan balita, kami juga membagikan roti” katanya.
Menyikapi hal tersebut, Boediono mengaku senang dengan langkah yang telah dilakukan untuk menyelamatkan warga pasca terjadinya erupsi Gunung Kelud. Ia berpesan agar pemerintah daerah senantiasa memperhatikan kualitas kesehatan generasi muda. “Saya benar-benar titip. Perhatikan kesehatan mereka, karena mereka akan menggantikan kita semua sebagai pemimpin bangsa. Bangsa ini bisa maju jika anak-anak kita sehat dan pintar. Matur nuwun,” pesannya.
Setelah mengunjungi Puskesmas Nglegok, Boediono dengan didampingi Sukardi dan rombongan beranjak menuju SDN Modangan 02 yang terletak sekitar 5 km dari Puskesmas. Di halaman gedung SDN itu, Boediono ditunjukkan dokumentasi penanganan tanggap darurat dan pemulihan pasca erupsi Gunung Kelud.
Wabup Blitar Riyanto mengatakan, sebelum terjadi erupsi Kelud, pihaknya telah melakukan langkah siaga sebagai antisipasi jika Gunung Kelud meletus. Di antaranya membentuk 6 posko di beberapa lokasi. Yakni kantor BPBD Kab. Blitar di Wlingi, posko pendopo Kab Blitar, posko di Kec Ponggok, Nglegok, Garum, dan Gandumsari.
Pihaknya juga telah mempersiapkan lokasi penampungan di 63 titik yang tersebar di 4 kecamatan, pengiriman sarana evakuasi meliputi kendaraan angkutan berupa 115 unit truk/pick up, 24 ambulans, 48 unit tandu. Serta prasarana lokasi penampungan meliputi 20 unit generator listrik, 60 unit tenda, 500 unit tikar lipat, matras, terpal, 1.500 potong selimut, 8 set peralatan dapur umum, 19 unit tandon air, 6.000 paket obat-obatan, 35.000 piece masker, 40 unit MCK portable, dan 5 unit truk tangki air.
Mendapat penjelasan tersebut, Boediono mengaku salut dan memuji langkah yang dilakukan pemerintah daerah. “Penanganannya bagus, langkah sigap pemerintah daerah dalam penanganan bencana sangat kami apresiasi” tuturnya. Setelah mengunjungi SDN Modangan 2, Boediono dengan didampingi Sukardi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kediri. [htn]

Tags: