Sekdaprov Tinjau RS Rujukan Khusus Covid-19

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono meninjau Rumah Sakit yang terletak di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Sabtu (30/1).

Berkapasitas 160 Bed, Pembangunan RS Paru Dungus Masuk Finishing
Surabaya, Bhirawa
Pemprov Jatim menggebut pembangunan tambahan Rumah Sakit (RS) Lapangan khusus Covid-19. Salah satunya yakni RS Paru Dungus Madiun yanh ditunjuk sebagai RS Rujukan Khusus Covid-19.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahjono meninjau Rumah Sakit yang terletak di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Sabtu (30/1). Pihaknya menjelaskan, progres kesiapan RS Lapangan Joglo Dungus kini sudah mencapai 95%.
“Progres pembangunannya mencapai 95 persen, masuk tahap finishing (penyelesaian),” kata Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono.
Heru menambahkan, keseluruhan RS Paru Dungus ini terdiri dari 5 unit joglo, 3 rumah Limasan, 2 musala joglo (putra putri) dan 4 ruang pasien. Ada juga fasilitas pendukung, meliputi ruang UGD, ruang radiologi, laboratorium, poliklinik, area jogging track, dan tempat relaksasi.
“RS Lapangan Joglo Dungus, Madiun yang dibangun di sebagian area RS Paru Dungus ini rencananya berkapasitas 160 bed,” tambahnya.
Dengan progres 95% ini, sambung Heru, diharapkan RS Lapangan Joglo Dungus ini bisa diresmikan. Sehingga pemenuhan kebutuhan RS rujukan khusus Covid-19 dapat terpenuhi.
“Harapannya pada awal pekan nanti, RS Lapangan Joglo Dungus sudah bisa diresmikan sebagai RS Rujukan Khusus Covid-19 untuk wilayah Mataraman,” pungkasnya.
Dalam peninjauan turut hadir Direktur RS Paru Dungus, dr Asmaul Husna; Kepala RS Lapangan Joglo Dungus, dr Hendri Harianto; Ketua Gugus Tugas Tracing Satgas Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso; Direktur RS Jiwa Menur, dr Ilham. Serta Kadis PR KP & Cipta Karya, Ir Baju Trihaksoro.
Selanjutnya hadir juga Kadis Perkebunan Jatim, Plt Kalaksa BPBD Jatim yang diwakili Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja; Kabid KL BPBD Jatim, Sriyono; Kasi Kedaruratan BPBD Jatim, Satriyo Nurseno dan Tenaga Ahli Kebencanaan, Suban Wahyudiono. [bed]

Tags: