Sekolah di Kota Madiun Siap Gelar PTM

siswa siswi SMPN 2 Madiun sebelum masuk kelas tetap diawasi oleh gurunya. [sudarno]

Sediakan Bilik Asap Hingga Satgas Khusus
Kota Madiun, Bhirawa
Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Madiun akhirnya terlaksana. Mulai Senin (9/11) kemarin sebagian SD dan SMP Negeri memulai uji coba. Bahkan, pihak sekolah telah mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.
Salah satunya seperti yang diungkapkan Kepala SDN 02 Kanigoro Muljono. Teknis penyambutan siswa di sekolah sudah diatur sedemikian rupa. Bahkan, pihak sekolah menyediakan bilik asap untuk membunuh bakteri sebelum siswa masuk ke kelas.
“Bilik asap ini sistemnya menghangatkan badan untuk membunuh bakteri. Bukan bilik semprotan desinfektan,” kata Muljono.
Muljono menjelaskan, sebelum masuk ke kelas, siswa akan menjalani pengecekan suhu tubuh. Kemudian, mencuci tangan dengan sabun di wastafel yang telah tersedia di depan ruang kelas. Selanjutnya, guru mengarahkan siswanya untuk memilih tempat duduk yang tidak diberi tanda silang.
Menurut Muljono, ada 28 siswa kelas I dan 29 siswa kelas VI di sekolahnya yang akan menjalani uji coba PTM. Artinya, 100% siswa kelas I dan VI akan mengikuti kegiatan ini. Maka, sekolah menyusun skema PTM secara bergantian. Siswa kelas VI masuk pada hari Senin hingga Kamis. Sedangkan, kelas I hanya Kamis dan Jumat saja. ”Jam pelajaran kami batasi dua jam saja. Siswa tidak boleh meninggalkan ruang kelas. Kalau ke toilet, tetap dalam pengawasan guru,” jelasnya.
Sementara itu, di tingkat SMP, jam belajar selama uji coba PTM rencananya berlangsung selama tiga jam. Yakni, dari pukul 07.00 hingga 10.00. Teknisnya, siswa masuk secara bergantian sesuai absen ganjil – genap. Tergantung dari jumlah murid yang mengikuti uji coba PTM.
Di SMPN 2 Madiun, misalnya. Dari total 269 murid kelas 9, 209 di antaranya setuju mengikuti PTM. Sehingga, harus dilakukan mekanisme ganjil-genap. Sedangkan, di SMPN 1 dari total 256 siswa kelas IX, hanya 107 yang menghendaki uji coba tatap muka. Sehingga, tidak perlu dilakukan mekanisme ganjil – genap. 107 siswa dapat mengikuti uji coba PTM selama dua pekan.
Kepala SMPN 2 Madiun, Suyatmun mengungkapkan, pihak sekolah telah membentuk Satgas Tatap Muka. Yakni, para guru yang bertugas seperti Pendekar Waras dan memantau Protokol Kesehatan (Prokes) selama uji coba PTM berlangsung. ”Kami juga menyediakan tiga masker dan satu face shield untuk setiap anak. Karena dalam satu hari sebaiknya mengganti masker setiap empat jam sekali,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Heri Wasana mengatakan, pada Senin (9/11) kemarin tidak semua SD dan SMP negeri langsung menjalani uji coba PTM. Hanya, sekolah yang guru dan muridnya sudah menjalani rapid test saja yang diperbolehkan melaksanakan KBM Tatap Muka. ”Sekolah lainnya menyusul setelah menjalani rapid test,” tegas Heri Wasana.
Terkait sekolah swasta dan sekolah yang ada di bawah naungan Kementerian Agama, Heri Wasana menjelaskan, kini pihaknya masih terus berkoordinasi. Baik dengan sekolah – sekolah itu maupun Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun. ”Untuk rapid test nya kami hanya bisa mengusulkan, sedangkan keputusannya tetap di Dinas Kesehatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun. [dar]

Rate this article!
Tags: