Sekolah Wajib Punya Konselor Remaja

3-konselorSurabaya, Bhirawa
Untuk menghindari bahaya TRIAD (Seks bebas, narkoba dan HIV/AIDS) di kalangan pelajar sekolah menengah pertama (SMP), sekolah wajib memiliki konselor sebaya. Rencananya, konselor sebaya akan dibentuk oleh sekolah dengan berkerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) .
Kepala BKKBN Jatim Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip Com menyatakan, keberadaan konselor sebaya di sekolah sangat vital, hal ini disebabkan karena banyak pelajar atau remaja yang suka berkonsultasi dengan teman sejawatnya. Banyak dari pelajar tidak memanfaatkan guru atau bimbingan konseling sebagai tempat konsultasinya sehingga peran serta konselor sebanya mutlak diperlukan.
”Jika dilihat konselor remaja akan memberikan pengetahuan dan informasi yang benar terkait dengan masalah TRIAD,” ucapnya.
Dani panggilan akrab Dwi Listyawardani mengungkapkan, sebelum menjadi konselor sebaya, para pelajar yang ingin menjadi konselor wajib mengikuti sosialisasi dan pelatihan dari psilokolog yang telah ditunjuk oleh BKKBN dan sekolah. Psikolog ini akan melatih para calon konselor sebaya sebelum mereka memberikan konselor kepada teman sebaya di sekolahnya.
”Jadi konselor harus menguasai pengetahuan dasar atau ilmu-ilmu konselor, agar para konselor sebaya dapat menjalankan tugas konselornya dengan baik dan lancar,” ucapnya.
Menurutnya, dalam pemberian konselor remaja mungkin ada kendala-kendala yang dihadapi, akantetapi dengan seiring waktu dan pengalaman konselor remaja akan dapat mengatasinya. Mungkin rasa malu dan tidak percaya diri akan muncul akantetapi lambat waktu akan pudar dan hilang. Kendala-kendala kecil di lapangan mungkin ada dan ini wajar terjadi di sekolah.
”Konselor sebaya memang masih muda dan perlu pendampingan sehingga peran serta psikolog dan BK sangat menentukan keberhasilan konselor remaja,” ujarnya.
Psikolog Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyan Gatra) Jatim, Anglis Ayu SPsi MPsi Psikolog mengungkapkan, dirinya mengapresiasi langkah sekolah dan BKKBN dalam membuat konselor remaja. Banyak hal positif yang akan diperoleh oleh sekolah jika konselor remaja dilakukan. Permasalahan sekolah khususnya pada remaja akan berkurang karena masalah yang dihadapi oleh siswa dapat terselesaikan dengan konselor sebaya.
”Mungkin masalah yang dihadapi oleh siswa tidak 100 persen dapat diselesaikan oleh konselor remaja dan masih membutuhkan capur tangan BK dan psikolog,” tambahnya.
Sementara itu salah satu siswa SMP Dr Soetomo Surabaya Dery mengaku dirinya sepakat jika konselor remaja di sekolah diadakan. Menurutnya, dengan permasalah yang banyak dihadapi oleh pelajar akan mudah diselesaikan dengan temannnya sendiri.
”Saya lebih suka curhat (Bertanya masalah, red) kepada teman daripada guru sehingg konselor sebaya akan banyak membantu,” jelasny singkat. [dna]

Keterangan Foto : Bahaya TRIAD yang dihadapi oleh pelajar di sekolah.

Rate this article!
Tags: