Sektor Pertanian Nasabah Paling Minim Kredit Macet

Foto bersama Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurrido dengan para peserta sosialisasi UMKM On Boarding di Hotel Santika Malang, Kamis 27/2 kemarin

Kota Malang, Bhirawa
Kepala Perwakilan Cabang BNI Univeritas Brawijaya (UB), disela-sela acara Sosialisasi UMKM On Boarding, yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Malang, di Hotel Santika, Kamis 27/2 kemarin, mengutarakan bahwa nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR), sektor pertanian merupakan nasabah yang paling minim kredit macet.
“Selama ini, para petani atau nasabah sektor pertanian paling rajin, dalam menyelesaikan pinjaman. Mereka nyaris tidak ada kredit yang macet,”tuturnya.
Ia menambahkan, KUR kepada petani di Malangraya, mencapai Rp. 250. Miliyar. Mereka mampu mengembalikan tepat waktu.
“Para petani ini, jangka waktu pinjamannya,  antara 6 bulan sampai 1 tahun. Setiap kali habis panen langsung menyelesaikan pinjamanya,”tuturnya.
Selain petani KUR untuk UMKM umumnya juga selesai tepat waktu. Ini disebabkan  karakter masyarakat Malang, orang baik, sehingga mereka tidak ada yang nakal dalam menyelesaikan tanggunganya.
Apalagi, BNI sendiri selain memberikan pinjaman modal,  juga melakukan pembinaan dan pendampingan  pada UMKM. “Yang mereka butuhkan tidak sekedar kredit, atau akses permodalan, tetapi pada pendampingan. Selain modal, mereka juga membutuhkan pasar. Kalau akses permodalan sudah tidak ada kendala. Jadi pendampingan itu yang kita lakukan, agar UMKM ini sukses,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan  Aminurrido, mengemukakan acara UMKM On Boarding, merupakan salah satu pembinaan bagi UMKM di Malangraya.          
Menurut Azka, UMKM memiliki peranan strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia baik dari sisi jumlah usaha, kontribusi terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja serta peningkatan ekspor. 
BI lanjutnya,  mendukung UMKM Indonesia menuju pasar international dan memanfaatkan platform digital (marketplace). KPw BI Malang akan mendukung pengembangan ekspor, UMKM Go Digital, peningkatan pembiayaan UMKM serta UMKM Halal.
“Sesuai dengan keputusan RDG tanggal 16 Mei 2019 yaitu melakukan on-boarding UMKM. Selain itu perlu dilakukan pemetaan kembalai UMKM (termasuk UMKM mitra Bank Indonesia) menjadi 4 level yaitu UMKM Potensial, UMKM Sukses, UMKM Sukses Digital, dan UMKM Ekspor,”tutur Azka.
Azka menyebut, ada keterbatasan pengetahuan UMKM mengenai  informasi untuk meningkatkan kualitas produknya, serta untuk memahami dan memulai melakukan start awal memasuki pasar, baik memulai persiapan produk, perijinan, promosi, penjualan bahkan sampai pengiriman dan dokumen.
Menurut Azka UMKM, diharapkan, mampu meningkatkan literasi pelaku UMKM atas perkembangan ekonomi digital baik dari segi e-commerce dan segi fintech.  
“Sebagai salah satu upaya peningkatan nilai tambah UMKM untuk naik kelas sebagai eksportir, produk bersertifikat halal serta go digital,”tambahnya.
Pihaknya juga ingin melakukan pemetaan UMKM binaan di wilker  KPw Bank Indonesia Malang,  Memperoleh database UMKM tahun 2020 serta memperluas cakupan data UMKM non binaan Bank Indonesia dengan berkoordinasi dengan Pemda, Dinas, dan Lembaga Terkait.
Kegiatan ini, digelar selama dua hari,  Kamis-Jumat/27-28 Februari 2020,  dengan melibatkan105 pelaku usaha dibidang fashion, makanan olahan, handicraft yang berpotensi ekspor, yang terdiri dari UMKM Binaan Bank Indonesia Malang 24 orang UMKM binaan Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Batu 10 orang UMKM binaan Diskopindag Kota Malang: 10 orang UMKM binaan Dinas Koperasi UKM Kabupaten  Malang 5 orang UMKM binaan Disperindag Kabupaten Malang, 5 orangUMKM binaan Pengurus Cabang, Nahdatul Ulama Kota Malang 10 orang.
Selain itu, UMKM binaan Pengurus  Daerah Muhammadiyah Kota Kota Malang 10 orang,Anggota KEMI Kota Malang 26 orang UMKM binaan Kanwil DJBC Jatim II Malang.5 orang. [mut]

Tags: