Selama 2 Bulan, Bandara Juanda Kurangi Operasional Jam Malam

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Sidoarjo, Bhirawa
Terhitung sejak Minggu (25/1) malam hingga dua bulan ke depan, Bandara Internasional Juanda Terminal 1 dan 2, akan beroperasi terakhir pukul 22.00. Ini artinya tidak ada penerbangan lagi pada dini hari seperti biasa. Pengurangan operasional jam malam ini karena PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara akan melakukan perbaikan landasan pacu (runway).
Setelah penutupan, rencananya perbaikan runway dengan panjang 410 meter dan lebar 18 meter di Bandara Juanda nanti akan dilakukan pada pukul 22.00 sampai pukul 05.00. Petugas akan melakukan perbaikan hingga mencapai luasan 7.380 m2. Sedangkan proses perbaikan itu sendiri akan dilakukan setiap hari dan terus menerus hingga akhir Maret.
“Kami perkirakan perbaikannya membutuhkan waktu 2 bulan. Ini perbaikan normal,” ujar GM PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda Trikora Harjo, Minggu (25/1).
Sebelumnya, Bandara Juanda juga sempat ditutup total untuk penerbangan selama empat jam, Senin (19/1). Penutupan juga karena adanya perbaikan landasan pacu.  Imbas penutupan 4 jam ini banyak jadwal penerbangan mengalami penundaan (delay) dan para penumpang terlantar.
Tercatat setidaknya  52 penerbangan di Terminal 1 dan 2 Bandara Juanda  dan 38 kedatangan mengalami penundaan, sementara ratusan calon penumpang terlantar di ruang tunggu bandara.
Disinggung soal tingkat kerusakan landasan pacu yang diperbaiki, padahal pada Senin (19/1) lalu juga baru saja diperbaiki,  menurut Trikora landasan pacu kembali mengalami kerusakan berat. Bahkan kerusakan kali ini sudah masuk kategori darurat.
“Ini masuk dalam kategori kerusakan darurat. Tapi tolong jangan ditulis darurat. Karena ini hanya perubahan jam operasional terbang saja. Di mana jam malam operasioanal bandara dikurangi,” ungkap purnawirawan TNI AL berpangkat kolonel tersebut.

Gabungkan PSC ke Tiket
Sementara itu PT Garuda Indonesia akan menyatukan biaya Passenger Service Charge (PSC) ke dalam tiket mulai 1 Februari 2015. Pihak Garuda akan melakukan pengutipan biaya PSC pada saat penumpang membeli tiket penerbangan di berbagai channel distribusi seperti kantor penjualan Garuda Indonesia, contact center,travel agent, maupun melalui web atau online channel.
Melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media, Minggu (25/1), VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto menyatakan bahwa pengutipan tersebut hanya berlaku bagi tiket penumpang yang melakukan penerbangan mulai pada  1 Maret 2015. Bagi yang terbang sebelum tanggal tersebut, tetap membayar PSC di bandara ketika check in.
Sementara itu, bagi penumpang yang terbang di atas 1 Maret 2015 dan membeli tiket sebelum 1 Februari 2015 tetap membayar PSC di bandara. Sebelumnya, Garuda Indonesia pernah melaksanakan kontrak kerjasama penggabungan PSC pada tiket dengan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II pada Oktober 2012 hingga September 2014 lalu.
Pengutipan biaya PSC pada tiket tersebut sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI No. KP/447/2014 tanggal 9 September 2014 mengenai ketentuan pembayaran Passenger Service Charge (PSC) pada tiket. Pelaksanaan Ketentuan tersebut bekerjasama dengan pihak PT Angkasa Pura I & II, maskapai penerbangan, dan International Air Transport Association (IATA).
Lebih lanjut Pujo mengatakan, implementasikan PSC pada tiket tersebut telah sesuai dengan standar IATA, dan ketentuan ini berlaku untuk semua maskapai domestik dan internasional yang terbang dari dan ke Indonesia.
Dengan ketentuan tersebut, maka penumpang nantinya tidak perlu lagi melakukan pembayaran PSC pada saat melakukan check in di bandara. Hal ini akan memberi kemudahan dan kenyamanan bagi penumpang. [geh,hds]

Tags: