Selama 2020, Pemkab Mojokerto Raih Puluhan Penghargaan Nasional dan Regional

Mojokerto. Bhirawa
Di penghujung 2020 yang kurang beberapa hari lagi dan memasuki tahun baru 2021, namun dari catatan sejarah yang tertoreh di Pemkab Mojokerto, selama 2020. Patutlah berbangga hati sebagai warga yang terlahir di tlatah bumi Majapahit.

Hal ini karena dibawah kepemimpinan Bupati Mojokerto. H. Pungkasiadi SH. Pemkab. Mojokerto berhasil meraih puluhan penghargaan sebagai juara baik tingkat Nasional maupun regional Jatim. Meskipun ditengah pandemi virus Covid-19 sedang melanda.

Diantaranya diterimanya penghargaan dari musium rekor dunia Indonesia atas pelayanan akseptor KB, yang melampaui target sebesar 650 %. Penghargaan Siddhakarya dari Pemprov. Stimulan dan Intensiv Kecamatan Berkinerja sangat baik. Juara lomba kesatuan gerak PKK-KB.kes tingkat Provinsi Jatim.

Salah satunya Piagam penghargaan tingkat Nasional yang terbaru, diterima Bupati Mojokerto. Pungkasiadi bersama OPD.di Hotel Sultan Jakarta, pada jumat tanggal 18/12/20.

Adalah penganugerahan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020. Dalam hal ini, Pemkab Mojokerto Kantongi Predikat “Kabupaten Sangat Inovatif, dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2020, yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan ini diserahkan oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemendagri Kurniasih, kepada Bupati Mojokerto Pungkasiadi.

Pada kesempatan ini Sekjen Kemendagri M. Hudori mewakili Mendagri M. Tito Karnavian, memberikan apresiasi bahwa inovasi daerah adalah cikal bakal bakal menuju daya saing daerah, yang terakumulasi menjadi daya saing nasional.

Untuk itu, Penghargaan ini diberikan pada Pemda yang sudah membuat terobosan baru dan inovasi bermanfaat bagi bangsa dan negara. Itu adalah cikal bakal dari upaya menuju daya saing daerah, lalu terakumulasi menjadi daya saing secara nasional. Inovasi harus ada dalam setiap nafas urusan pemerintahan. Inovasi harus jadi visi pemda. Inovasi jangan sebatas pengetahuan saja, tapi bisa menjadi budaya dan jadi katalis pertumbuhan investasi,” kata Hudori.

Senada dengan Hudori. Kepala Badan Litbang Kemendagri Agus Fathoni menjabarkan secara detail beberapa tahapan penilaian mulai inputing data, penjaringan, pengisian online, hingga validasi yang berlangsung pada 22 September-21 Oktober 2020.

Pemkab. Mojokerto, tingkat partispasi daerah pada kegiatan adalah sebesar 89,3 persen yang diikuti 484 daerah (34 pemprov, 360 pemkab dan 90 pemkot). Jumlah inovasi terlaporkan sebanyak 14.897 atau meningkat 85 persen dari tahun 2019 lalu yakni 8.014 inovasi.

Secara lengkap, hasil penilaiannya adalah 195 pemda mendapat predikat “Sangat Inovatif” terdiri dari 21 provinsi, 131 kabupaten dan 43 kota. Selanjutnya 44 pemda kategori “Inovatif” terdiri dari 3 prov, 30 kabupaten dan 11 kota, 245 pemda “Kurang Inovatif” terdiri dari 10 provinsi, 199 kabupaten dan 36 kota, serta 58 pemda dinyatakan disclaimer atau tidak dapat dinilai karena tidak melaporkan inovasinya sebanyak 55 kabupaten dan 3 kota.

Keberhasilan yang tak kalah dasyatnya adalah diraihnya Penghargaan dari musium rekor dunia indonesia. Atas pelayanan setentak sejuta akseptor KB. Dalam hal ini Kab, mojokerto sumbang 9.132 akseptor di bulan juni lalu. Bertepatan dengan HUT.BKKBN. ke 27. pemkab. Mojokerto berhasil meraih piagam penghargaan tingkat Nasional.

Dengan nilai 4.089 yang berarti pecahkan rekor Muri. Dengan pelayanan serentak sejuta akseptor KB. Se Indonesia.
Tahun 2020 Kabupaten Mojokerto mendapatkan target 1.404 akseptor KB. Namun berhasil menggaet 9.132 akseptor KB. Ini berarti meningkat 650 %.

Keberhasilan ini Pemkab. Didukung 42 fasilitas kesehtan. 394 bidan praktek mandiri. 1828 Institusi masyarakat pedesaan yang betugas memberikan komi

Dengan nilai 4.089 yang berarti pecahkan rekor Muri. Dengan pelayanan serentak sejuta akseptor KB. Se Indonesia.

Tahun 2020 Kabupaten Mojokerto mendapatkan target 1.404 akseptor KB. Namun berhasil menggaet 9.132 akseptor KB. Ini berarti meningkat 650 persen.
(min).

Tags: