Selama Pandemi, BPJS Kesehatan Klaim Kucurkan Rp58 Miliar

Petugas BPJS memberikan pelayanan kepada anggota BPJS yang membutuhkan informasi dan melakukan pengurusan terkait keanggotaan BPJS. [ rokim/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Masih panjangnya pandemi covid-19 terjadi di wilayah Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya membuat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan sejumlah langkah, agar pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu.
Upaya ini, dijelaskan Kepala Kantor Cabang BPJS Surabaya, Herman Dinata dalam mengantisipasi pelayanan yang diberikan selama masa pandemi.
Selama penanganan pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Surabaya mengklaim sudah mengeluarkan anggaran hingga Rp 58 miliar untuk sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya.
“Sampai saat ini ada sekitar 27 rumah sakit di Kota Surabaya yang mengajukan ke BPJS,” terangnya saat menggelar media gathering BPJS Kesehatan melalui video meting dengan wartawan Surabaya, Jumat (26/6).
Herman menambahkan, dari 27 rumah sakit tersebut baru disetujui sekitar Rp 58 miliar. Klaim itu diajukan mulai ini tanggal 28 Pebruari 2020.
Diakui Herman klaim yang masuk paling banyak dilakukan mulai April hingga Mei 2020. Sementara pembiayaan paling murah di rumah sakit antara Rp 7,5 juta perhari, dan paling mahal Rp 9,5 juta perhari.
Sementara itu, Arief Supriyono dari BPJS Watch Jatim menyampaikan, masih ditemukannya amburadul pelayanan kesehatan. Karena koordinasi yang diberikan Kabupaten/kota dan provinsi masih lemah.
“Kami akan berencana melakukan aksi demo ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, terkait lemah dan amburadulnya komunikasi antar intansi,” tandas dia.
Dalam kondisi pandemi seperti ini, lanjut Arief Supriono, daya beli masyarakat termasuk peserta mandiri yang didominasi pekerja informal sangat jatuh. Pekerja informal sulit bekerja seperti biasa karena Covid-19 ini. “Tidak seharunya masyarakat terbebani, dan ini mejadi tanggungjawab pemerintah,” tutur dia. [geh]

Tags: