Selama Pandemi Covid-19, Tindak Tegas Pelaku Kriminal

Kapolres Lamongan AKBP Harun di dampingi Kasatreskrim David Manurung saat gelar perkara curanmor di Mapolres Lamongan. [Alimun Hakim]

Lamongan, Bhirawa
Kapolres Lamongan AKBP Harun menegaskan jika tidak ada ampun dan tidak ada ruang bagi kejahatan selama pandemi Covid – 19 ini hususnya di daerah Kabupaten Lamongan. Ketegasan tersebut dilontarkan pimpinan Polres Lamongan saat gelar perkara di Mapolres Lamongan,Kamis (23/4).
“Saya tegaskan, tidak ada ampun dan ruang bagi pelaku tindak kejahahatan di Lamongan, Apalagi selama pandemi ini berlangsung. Siapapun yang melakukan tindakan kriminal akan kita tangkap,” tegas AKBP Harun.
AKBP Harun mengaku baru – baru ini dalam waktu satu malam Polres telah berhasil meringkus tersangka pencurian mobil truck dan pick up L 300.
“Seperti yang di lakukan oleh tersangka RA yang melakukan tindakan pencurian mobil dan truk di beberapa TKP. Setelah kita dapat Laporan, Malamnya kita langsung menangkap tersangkanya,” terang Kapolres asal Rembang ini.
Kronologinya ,Lanjut AKBP Harun, Bermula dari Laporan polisi di Brondong, ada pencurian dengan pemberatan.Dari laporan tersebut, Kita cek ke Tempat Kejadian Perkara(TKP) dan pelaku ternyata ada di Gresik, pada saat itu langsung kita tangkap.
“Tersangkanya ada empat,Satu asal Surabaya dan yang tiga asli Lamongan. Tersangka dengan inisial TA,AB dan RE. dan dari hasil yang kita kembangkan ternyata ada tersangka lain yakni seorang residivis berinisal RA dari Surabaya,” ujar Kapolres.
Bahkan,Kata Kapolres, Waktu penangkapan tersangka RA ini mengakui jika melakukan aksi pencuriaanya di empat titik yaitu di Surabaya,Lamongan, Gresik dan Bojonegoro.
Harun melanjutkan,Pada saat kita keler untuk menunjukkan dimana barang tersebut di jual, Pada proses perjalanan menunjukkan tempatnya dia sempat melawan dan berusaha melarikan diri.
Pihak kepolisian ahirnya memberikan peringatan.Karena tidak di hiraukan, Kepolisian melakukan tindakan tegas dan terukur.Pelaku kemudian kita tembak dan setelah itu kita bawa ke RS . Tetapi saat perjalanan ke RS sudah meninggal dunia.
Kini tersangka curanmor yang berhasil diringkus Tim Joko Tingkir tersebut harus mendekam di tahanan Polres Lamongan, mereka terancam kurungan penjara selama 7 tahun karena dijerat pasal 363 KUHP.
Selain mengamankan tersangka komplotan curanmor, petugas juga mengamankan barang bukti, antara lain satu unit mobil Ertiga yang dipakai beraksi, 5 galon cat tembok ukuran 25 kg, 1 (satu) buah spiker aktif yang dibeli dari uang hal kejahatan. 1 (satu) buah kabel jamper aki, 1 (satu) unit TV Led 17 inc 25 (dua puluh lima) gram Narkotika jenis sabu 1 (satu) timbangan elektrik. 2 (dua) set kunci pas.
Selama sepekan Polres Lamongan di ketahui sudah meringkus beberapa kasus atau tindakan kejahatan kriminal. Saat ini pihak kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan kasus minuman keras yang sudah menewaskan sejumlah orang.
Kapolres memastikan telah memeriksa penjual dan semua yang terlibat.Namun kepolisian setempat menunggu hasil laboratorium dari kandungan minuman tersebut.
“Kita masih menunggu hasil lab dari kandungan minuman tersebut. InsyaAllah hari ini mincul hasilnya dan kita lakukan tindakan selanjutnua dari tiga kasus yang sudah merenggut tujuh nyawa korban ,” bebernya.
Untuk mengantisipasi agar tak terjadi hal serupa kembali, Langkah Polres ke depan mengoptimalkan razia ke orang – orang yang menjual minuman keras. Aha
“Kita akan tiap hari operasi apalagi menjelang puasa.Saya sampaikan kepada masyarakat, Jangan berspekulasi soal miras ini karena dampak dari pandemi Covid-19. Semua tindak kejahatan tidak ada kaitanya dengan pandemi,” pungkasnya.
Pada kasus miras di ketahui terjadi di dua hari pada Rabu (15/4) lalu dan Selasa (22/4). Pesta miras oplosan telah menewaskan empat orang dan salah satunya adalah seorang wanita.
Empat orang tewas setelah menggelar pesta minumam keras (miras) selama dua hari di Kantor Sekretariat LA Mania, Jalan Lamongrejo, Lamongan. Pesta miras dilakukan sejak Rabu (15/4) lalu.
Tragedi serupa terjadi kembali di Lamongan,Pesta miras oplosan digelar di jalan Desa Botohputih Kecamatan Tikung Lamongan Jawa Timur.Tiga orang tewas dalam pesta miras oplosan itu.
Satu dari tiga pemuda itu meninggal saat sedang menjalani perawatan di RSUD dr Soegiri. Sementara dua lainnya meninggal di rumah sakit swasta yang ada di Lamongan, Selasa (21/4) pukul 03.00 WIB. [aha]

Tags: