Selama Pandemi, Kriminalitas Curanmor Tertinggi di Kota Malang

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata

Kota Malang, Bhirawa
Tahun 2020, sebagai tahun pandemi, tetapi Kasus kriminalitas di Kota Malang selama tahun 2020 cukup tinggi. Secara keseluruhan mencapai 1.251 kasus, dengan penyelesaian kasus sebanyak 678.

Jenis kriminalitas pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi yang paling tinggi dibandingakn kasus kriminal lainnya. Kasus curanmor di kota pendidikan selama 2020 sebanyak 370 kasus dengan pengungkapan 48 kasus.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengungkapkan, pada awal tahun ini kasus curanmor memang cenderung mengalami penurunan. Namun memasuki triwulan ke empat atau menjelang akhir tahun, kasusnya mulai meningkat.

“Pada September hingga Oktober ada tren kenaikan kiriminalitas curanmor. Dari hasil analisa dan evaluasi, pemberantasan curanmor ini menjadi prioritas kami di tahun 2021,” ungkap Leo, Selasa (29/12) kemarin.

Leo menegaskan, polisi tak akan segan untuk melakukan tindakan tegas terukur bagi pelaku curanmor. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kunci kendaraan bermotor dengan baik, parkir pada tempat yang mudah dipantau, jangan parkir sembarangan. Selama ini, mayoritas kasus terjadi di perumahan,”imbuhnya.

Selain curanmor, kasus kriminalitas lain juga terjadi di Kota Malang. Meliputi curat 53 kasus dengan pengungkapan 22 kasus, curas 8 kasus dengan pengungkapan 11 kasus, sementara narkoba tercatat ada 211 kasus dengan pengungkapan 211 kasus.

“Sementara laporan gangguan kamtimbas tahun 2020 mengalami kenaikan 22 persen dibandingkan tahun 2019 Laporan yang masuk tahun ini sebanyak 228 kasus, ungkapnya 84 kasus atau naik 14,4 persen,” tuturnya.

Sedangkan kasus menonjol yang ditangani Polresta selama 202p diantaranya kasus pembunuhan di bengkel AC Familiy Jalan Letjen S. Parman pada September lalu, dalam kasus ini polisi mengamankan pelaku pembunuhan berinisial MI yang notabene teman korban. Selain itu, kasus unjuk rasa yang berujung anarkis pada 8 Oktober lalu.

“Dalam kasus unjuk rasa anarkis ini, kami mengamankan tiga orang tersangka, kasusnya sudah diproses dan dilimpahkan ke kejaksaan,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Batu ini.

Dari seluruh kasus kriminalitas yang ditangani Polresta Malang Kota, sebanyak 314 tersangka diamankan. Jumlah itu menurun dibandingkan penangakapan tahun 2019 lalu sebanyak 374 tersangka.

“Paling banyak tersangka ini dari kasus narkotika. Jumlahnya 264 orang, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 sebanyak 250 tersangka,” kata dia.

Terkait narkoba ini, polisi mengamankan barang bukti mulai dari ganja, sabu, pil ekstasi, pil double L dan Happy Five. Rinciannya, ganja sebanyak 64.931,95 gram, sabu 6.956,93 gram, pil ekstasi 5.018 butir, pil double L 1.162.261 butir, dan Happy Five sebanyak 137 butir.

“Jumlah barang bukti kasus narkoba mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun 2019,” pungkas Leo. [mut]

Tags: