Selama PPKM, Wali Kota Blitar Larang Masyarakat Gelar Hajatan

Drs Santoso, MPd

Kota Blitar, Bhirawa
Tingginya jumlah kasus Virus Corona (Covid-19) Kota Blitar serta diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Wali Kota Blitar berikan larangan digelarnya hajatan selama PPKM belum berakhir.

Wali Kota Blitar, Drs. H Santoso, MPd mengatakan memperketat kebijakan pelaksanaan PPKM di Kota Blitar serta masih tingginya kasus Covid-19 di Kota Blitar pihaknya memberikan larangan digelarnya hajatan pernikahan dan sejenisnya untuk sementara waktu ini.

“Kebijakan ini juga untuk mendukung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat disejumlah daerah di Jawa Timur,” kata Wali Kota Santoso saat ditemui Rabu (20/1).

Lanjut Wali Kota Santoso, meskipun status zonasinya berada di warna orange, secara tegas pihaknya tetap meminta semua kegiatan yang mengumpulkan banyak orang masih dilarang, selian itu pihaknya juga harus menyesuaikan kebijakan daerah tetangga, seperti di Kabupaten Blitar yang saat ini masih berzona merah dan masuk dalam daftar daerah yang melaksanakan PPKM.

“Bagi masyarakat yang sudah mempersiapkan hajatan pernikahan dan mengantongi izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, agar menangguhkan acaranya terlebih dahulu,” ujarnya.

Bahkan dikatakannya warga yang ingin menikah dianjurkan untuk melangsungkan akad terlebih dahulu, dengan pembatasan tamu undagan maksimal 30 orang. Jika ada yang melanggar, menurut Wali Kota Santoso akan dibubarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

“Meski tidak tertuang dalam SE Walikota No. 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan untuk Pencegahan Pengendalian Covid-19, namun hal itu bisa menjadi acuan masyarakat bahwa pembatasan di Kota Blitar saat ini sedang diperketat,” ujarnya.

Selain itu dikatakan Wali Kota Santoso, hajatan pernikahan bisa dilakukan jika kondisi perkembangan Covid-19 di Kota Blitar sudah stabil dan memasuki zona hijau. Bahkan kalau PPKM berakhir dan zonasi ada di warna hijau pihaknya mempersilahkan menggelar hajatan pernikahan.

“Selama belum ada ketentuan yang membolehkan, ya kami minta tolong untuk dimengertilah kondisi yang saat ini masih mengkhawatirkan,” jelasnya.

Sementara perlu diketahui sesuai dengan jadwal PPKM di Jawa Timur berlangsung mulai tanggal 11-25 Januari 2021, dimana terdapat 11 daerah Kota-Kabupaten yang ditunjuk melaksanakan kebijakan tersebut diantaranya Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Blitar dan lainnya.

Dan berdasarkan data perkembangan jumlah kasus Virus Corona (Covid-19) di Kota Blitar tertanggal 19 Januari 2021, jumlah kasus konfirmasi total sebanyak 1.247 orang dengan perincian telah sembuh 1.078 orang, Isolasi di Rumah Sakit 24 orang, Isolasi Mandiri a8 orang dan meninggal dunia ada 50 orang. [htn]

Tags: