Selama Tahun 2019, 13 Pasar Tradisional Kabupaten Blitar Sumbang PAD Rp4 M

Tavip Wiyono

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Sebanyak 13 pasar tradisional di Kabupaten Blitar selam tahun 2019 kemarin ternyata mampu memberikan sumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp. 4 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Tavip Wiyono mengatakan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional di Kabupaten Blitar tahun 2019 mencapai Rp. 4 miliar dan telah terpenuhi.
Lanjutnya , dimana target PAD tersebut direalisasikan melalui 13 pasar yang ada, seperti Pasar Wlingi, Kesamben, Lodoyo, Kademangan, Garum, Kanigoro, Srengat, Talun, dan yang lainya.
“Dan target PAD dari sektor pasar tahun ini juga masih sama sebesar Rp. 4 miliar yang diharapkan bisa tercapai lebih maksimal lagi,” kata Tavip Wiyono.
Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Disperindag Kabupaten Blitar, Indra Siswanto Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari pasar yang berasal dari pajak retribusi umum meliputi retribusi pelayanan persampahan kebersihan, retribusi pelayanan pelataran, retribusi pelayanan los, dan retribusi pelayanan kios.
“Untuk penarikan retribusi ini melalui karcis yang sudah disediakan dan dilakukan setiap hari oleh petugas pasar,” jelas Indra.
Lanjut Indra, pihaknya berharap target yang telah dibebankan bisa tercapai dengan baik sesuai dengan harapan, dan pihaknya juga bakal terus berupaya agar bisa meningkatkan target PAD pasar di tahun berikutnya.
“Dengan target yang ada kami juga berharap bisa meningkatkan pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Abdul Munib, juga berharap selain target PAD yang akan di tingkatkan pada tahun berikutnya, pihaknya juga meminta Pemkab Blitar untuk melakukan perbaikan layanan dan fasilitas pasar tradisional yang selama ini terkesan masih sangat sederhana.
“Kalau fasilitas dan pelayanan lebih ditingkatkan lagi, maka target PAD yang ditetapkan akan mudah dicapai,” pungkasnya. [htn]

Tags: