Selangkah Lagi Perkara PT PWU Masuk Penyidikan

PT Panca Wira Usaha (PWU) jatimKejati Jatim, Bhirawa
Selangkah lagi, penyelidikan kasus dugaan korupsi di PT Panca Wira Usaha (PWU) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim bakal naik ke level penyidikan. Dengan demikian bakal ada penetapan tersangka setelah naiknya pengusutan dari penyelidikan ke penyidikan.
Kepala Seksi Penerangan hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim Romy Arizyanto membenarkan, progres untuk menaikkan pengusutan kasus dugaan hilanya aset PT PWU, BUMD Pemprov Jatim ke penyidikan memang sedang dikebut. Namun, untuk menaikkan ke level penyidikan perlu adanya pendalaman kasus.
“Progres naik ke dik (penyidikan, red) memang lagi dikebut. Tapi perlu pendalaman dan perlu ekspose terhadap kasus ini,” tegas Kasipenkum Kejati Jatim Romy Arizyanto saat dikonfirmasi Bhirawa, Minggu (23/8).
Menurut Romy, penyidik masih mencocokkan temuan bukti dan data yang didapati dari pemeriksaan saksi-saksi. Dari pemeriksaan sekitar 40 an saksi, hal inilah yang akan digunakan untuk pendalaman penyelidikan kasus ini.
“Intinya penyidik masih melakukan pendalaman atas kasus ini. Dan perlu melengkapi beberapa hal untuk masuk ke penyidikan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Jatim Muhammad Rohmadi mengatakan, pihaknya perlu melakukan evaluasi atas hasil penyelidikan kasus PT PWU. Evaluasi inilah yang nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menaikkan pengusutan kasus dari penyelidikan ke level penyidikan.
“Tinggal ada beberapa hal yang perlu dilengkapi (sebelum naik ke penyidikan),” kata Kasidik Kejati Jatim Muhammad Rohmadi.
Terkait kekurangan apakah yang perlu dilengkapi ? mantan Kasi Intel Kejari Penajam Kaltim ini enggan menjelaskan hal itu. Ia mengaku, hal itu sudah masuk dalam teknis penyelidikan. “Tinggal sedikit lagi. Nanti saja kalau (perkara) sudah dinyatakan naik ke penyidikan, pasti kami ekspose semua ke media,” janjinya.
Informasi yang berhasil dihimpun di lingkungan Kejati Jatim, penyidik sedang menelusuri aliran dana hasil penjualan sejumlah aset dan hasil sewa aset-aset PT PWU. Penelusuran itu dilakukan untuk mengungkap siapa-siapa yang harus bertanggungjawab dalam perkara ini.
Diketahui, aset PT PWU yang berpindah tangan ada sekitar 33 aset. Diantaranya terdiri dari aset tanah, bangunan dan perusahaan di berbagai daerah di Jawa Timur yang nilainya mencapai kisaran Rp 1 Triliun. Selain proses penjualan yang diduga tidak prosedural, hasil penjualan aset perusahaan milik Pemprov Jatim itu juga dikabarkan tidak semua masuk ke khas negara.
Selain itu, ada juga sejumlah aset yang disewakan dan uang sewanya juga tidak semua disetorkan ke khas negara. Hasil sewa aset-aset itu, dalam ketentuannya, separo atau 50 persen harus disetorkan ke negara. Tapi, penyidik menemukan data-data bahwa yang disetor ke negara hanya kisaran 10-20 persen.
Atas perkara ini, penyidik Kejati Jatim telah memeriksa sekitar 40 orang. Tak hanya itu, Kejaksaan turut memintai keterangan Bos Maspion Alim Markus yang pernah menjabat sebagai Komisaris PWU, Mantan Ketua DPRD Surabaya Whisnu Wardhana yang pernah menjabat sebagai menejer aset, dan Artis Emillia Contessa selaku pembeli aset PWU di Banyuwangi.
Nama lain yang sempat dipanggil untuk dimintai keterangan tapi belum bisa hadir adalah Mantan Meneg BUMN Dahlan Iskan. Padahal, keterangannya dirasa sangat penting karena ketika aset-aset PWU berpindahtangan, dia menjabat sebagai Direktur Utama. “Akan diagendakan ulang, mungkin saat perkara ini sudah naik ke penyidikan,” pungkas Rohmadi. [bed]

Tags: