Seleksi PPLPD Tenis Meja, Butuh Revolusi Mental Juara

Kasi Olahraga Pendidikan dan Prestasi Dispora Jatim, Nurul Anshori saat melihat seleksi PPLPD. [wawan triyanto]

Surabaya, Bhirawa
Saat Kontingan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jatim berhasil meraih juara umum empat kali secara beruntun, tenis meja menjadi salah satu cabang olahraga lumbung emas bagi Jatim.
Sayangnya prestasi tenis meja menurun sejak Popnas Jatim di Popnas XII 2013 di Jakarta hingga Popnas XIV 2017 Semarang-Jateng. Di Popnas Semarang tenis meja Jatim meraih 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu.
1 emas dari beregu putri, 2 perak diraih Heni Tri Azhari (tunggal), Hani Tri Azhari / Siti Aminah (ganda putrI), 3 perunggu diraih Kresno Widjoyanto (tunggal), Putri Nursyahbani / Dwi Octaviany Sugiarto (ganda) dan M Rizal Zulmi / Putri Nursyahbani (ganda campuran).
Untuk mengembali prestasi tenis meja di ajang Popnas, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim menggelar Seleksi Pusan Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) di Sasana Bhakti Surabaya, Sabtu (21/11).
Kegiatan yang diikuti oleh 17 atlet terdiri dari 8 putri dan 6 putra itu bertujuan untuk mencari atlet terbaik yang akan masuk di PPLPD, sekaligus membentuk tim bayangan Popnas Jatim.
Mewakili Kadispora Jatim, Supratomo, Kasi Olahraga Pendidikan dan prestasi Bidang Keolahragaan Dispora Jatim, Nurul Anshori meminta agar para peserta mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya agar bisa masuk PPLPD.
Ia juga mengatakan saat ini tenis meja butuh revolusi mental juara untuk mengembalikan kejayaan tenis meja Jatim. “Untuk meraih juara butuh perjuangan dan mental juara, jadi saya berharap tenis meja bangkit dan kembali menjadi lumbung emas bagi Jatim di Popnas 2021 Palembang-Babel,” tegas Anshori, Sabtu (21/11).
Ditemui ditempat seleksi salah satu tim Pengawas seleksi PPLPD Christine ferliana mengatakan seleksi ini untuk membentuk tim bayangan Popnas Jatim dan sekaligus merekrut atlet yang akan masuk Puslatda.
PPLPD tenis meja saat ini dihuni 7 atlet (3 putri, 4 putra) namun ada dua atlet yang terdegradasi karena sudah kelas XII, yakni Lukman dan Devi, sehingga mereka tidak bisa diturunkan di Popnas 2021. “Nanti menjelang Popnas akan ada seleksi lagi untuk membentuk di inti,” kata Christine yang juga mantan atlet nasional itu.
Lebih lanjut ia menjelaskan ada tiga atlet yang tidak bisa ikut seleksi karena cedera, yakni Siti Amina, Hafid (Kabupaten Kediri) dan Affan Kota Kediri. “Hafid dan Siti Aminah pernah mengikuti kejuaraan tingkat Asia dan memiliki prestasi nasional, demikian juga dengan Affan. Selain itu mereka yang ikut seleksi ini juga sudah punya prestasi,” kata mantan pelatih tenis meja Popnas Jatim itu yang juga staf di Dispora Jatim itu. [wwn]

Tags: