Semarakkan Peringatan HUT PGRI ke-75 dan HGN ke-27

Kepala Dispendikbud Kabupaten Situbondo Achmad Djunaidi bersama Ketua PGRI Harnoto serta seluruh jajaran pengurus struktural PGRI Kabupaten Situbondo dalam acara workshop video pembelajaran dimasa pandemi covid 19, Senin (7/9). [sawawi]

SLCC PGRI Situbondo Gelar Workshop Video Pembelajaran
Situbondo, Bhirawa
Guna untuk ikut menyemarakkan peringatan HUT PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) ke-75 serta Hari Guru Nasional (HGN) ke-27, keluarga besar PGRI Kabupaten Situbondo mengadakan workshop video pembelajaran di masa pandemi Covid-19, Senin (7/9).
Acara yang dipusatkan di gedung PGRI di Jalan Baluran itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Kabupaten Situbondo Akhmad Djunaidi dengan didampingi Ketua PGRI Situbondo ,Harnoto.
Menurut Ketua PGRI Situbondo Harnoto, semua anggota PGRI harus semangat dan aktif mengikuti workshop sejak awal hingga berakhir tanggal 26 September 2020 mendatang.
Selain itu, Harnoto juga meminta seluruh peserta dapat memberikan hasil karya berupa video pembelajaran yang berguna untuk angggota dan kepala sekolah.
“Ini bertujuan untuk menghidupkan rumah besar bernama PGRI,” ujar Harnoto.
Sementara itu Wakil Ketua SLCC PGRI Provinsi Jatim, Sahadi menandaskan, kegiatan workshop untuk meningkatkan kualitas guru yang ada di Kabupaten Situbondo.
Untuk itu, sebut Sahadi, pengurus PGRI melalui tim SLCC (Smart Learning Caracter Center) yang notabene merupakan amanah dari almarhum bapak Moh Hasyim sangats erius untuk mengembangkan kualitas guru atau anggota PGRI.
“SLCC ini sudah membuktikan suksesnya berbagai macam kegiatan. Pada tahun 2019 lalu sudah berhasil membentuk kader per-kecamatan dan sukses mengantarkan Taufan Abdillah sebagai duta rumah belajar tingkat Provinsi Jatim dan nasional,” beber Sahadi.
Masih kata Sahadi, pada tahun 2020 SLCC juga sukses melaksanakan inovasi pembelajaran (TOT) sebelum pandemi Covid 19 dimana tiap cabang mengikutsertakan 2 orang sebagai peserta. Hasilnya, ujar Sahadi, sesuai dengan AD/ART, akhirnya per cabang diutus 10 orang untu mengikuti TOT lanjutan.
“Ini sifatya workshop online selama 58 jam dan bisa dikembangkan menjadi 80 OJB. Adapun biaya kegiatan ini murni dari iuran PGRI Kabupaten Situbondo. Semua peserta ini gratis,” ujar Sahadi. Awi
Karena berbarengan dengan pandemi Covid 19, lanjut Sahadi, pihaknya tidak perlu repot mencari nara sumber karena pembicara lokal seperti Noval dan SLCC sudah sangat handal. Sahadi juga mengakui agar hasil kegiatan maksimal, kedepan PGRI membutuhkan studio mini demi untuk mewadahi hasil karya peserta workshop yang sukses.
“Ada satu hal yang bisa dipetik, semua peserta yang berjumlah 170 orang semuanya sudah berpengalaman. Termasuk cabang PGRI Banyuputih dan cabang Kota Situbondo dan cabang yang lain juga dikenal berpengalaman menyelenggarakan workshop ini,” tutur Sahadi.
Untuk mewujudkan pembuatan studio mini, urai Sahadi, dibutuhkan adanya dukungan dari anggota PGRI termasuk dari Dispendikbud, yang selama ini sudah berbuat banyak dan menguntungkan kiprah PGRI. Disisi lain, ujar Sahadi, PGRI punya kelemanan SDM karena staf memiliki keahlian jumlahnya terbatas.
“Ada 6 orang pengurus yang lulus workshop online melalui webinar PGRI pusat. Sedangkan saya sudah berhasil menadapatkan 13 sertipikat. Khusus acara workshop ini dibuka 7 September dengan berlanjut pada pemberian materi mulai 8-12 Sepetember. Sedangkan untuk produk pembuatan video dan layanan konsultasi dimulai 13-23 September. Terakhir tanggal 24-25 menghadapi agenda pengumpulan produk dan 26 September memasuki penutupan,” pungkas Sahadi.
Kepala Dispendikbud Kabupaten Situbondo Akhmad Djunaidi sangat mengapresiasi kiprah PGRI Situbondo dalam peningkatan kualitas guru masa kini dan masa mendatang. Selain itu, sambung Djunaidi, PGRI juga cukup lama setia mengawal pembelajaran dengan video interaktif kepada semua guru.
“Kami menghimbau agar anggota PGRI bisa ikut lomba video pembelajaran hasil kerjasama FKIP Unej Jember dengan Dispendikbud Kabupaten Situbondo. Ini merupakan gagasan Prof Dafik, yang notabene kelahiran asli kabupaten Situbondo,” terang mantan Kadisnakertrans Kabupaten Situbondo itu. [awi]

Tags: