Sembilan Desa di Kabupaten Probolinggo Masih Tertinggal

Bupati Tantri dengan yayasan gerakan desa emas Indonesia.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

(Pemkab-Yayasan Desa Emas Indonesia Gelar Workshop Pengembangan Desa Emas)

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia menggelar workshop pengembangan desa emas bagi patriot desa Probolinggo dengan tema “Society 5.0 Creative Technopreneur (Indonesia Saemaul Global League) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at hingga Minggu (15-17/11).
Workshop yang dibuka oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ini diikuti oleh Patriot Desa didampingi kepala desa dari 20 desa di Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing desa terdiri dari 3 patriot laki-laki dan 3 patriot perempuan.
Ke-20 ini diantaranya Desa Ngadisari, Wonotoro, Jetak, Ngadirejo, Ngadas, Wonokerto, Sariwani, Kedasih, Pakel, Sapikerep, Sukapura dan Ngepung Kecamatan Sukapura. Selanjutnya Desa Negororejo Kecamatan Lumbang, Desa Wonokerso Kecamatan Sumber, Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Desa Bermi dan Guyangan Kecamatan Krucil, Desa Andungbiru Kecamatan Tiris, Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan serta Desa Bhinor Kecamatan Paiton.
Pembina Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia Aries Muftie, Minggu 17/11 mengungkapkan emas itu adalah sesuatu yang nilainya tinggi karena logam mulia. Intinya nanti Kabupaten Probolinggo akan mendapatkan medali emas. Namun hal ini harus dimulai dari yang paling kecil.
“Tetapi Kabupaten Probolinggo tidak mungkin menjadi kabupaten emas, kalau kecamatannya tidak menjadi kecamatan emas. Kecamatan tidak mungkin menjadi kecamatan emas, apabila desanya tidak menjadi desa emas. Demikian pula, desa tidak mungkin menjadi desa emas jika dusunnya tidak menjadi dusun emas. Dusunnya tidak akan menjadi dusun emas apabila keluarga disitu tidak menjadi keluarga emas. Keluarga tidak akan menjadi keluarga emas apabila individu-individunya tidak menjadi individu emas. Serta individu tidak akan menjadi individu emas jika tidak menjadi patriot emas,” ungkapnya.
“Point pentingnya yang dapat dilakukan adalah baca dan belajar, mengerti dan terapkan. Kalau sudah diterapkan maka kita bisa, mulai dan tuntaskan. Makanya dengan demikian desanya akan bangkit dan menjadi desa maju. Kalau desa menjadi bangkit, maka akan maju dan berkembang. Jika semuanya bergerak maka desa-desa di Kabupaten Probolinggo akan maju bukan setingkat level Indonesia tetapi Brunai Darussalam. Makanya program ini akan disupport bersama-sama,” tegasnya.
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, Se menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo terdiri dari 325 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan. Jika melihat dari Indeks Desa Membangun (IDM), dari 325 desa dan 5 kelurahan mayoritas sudah meniadi desa kategori desa mandiri dan membangun. Serta tinggal tersisa 9 desa dari 330 desa/kelurahan yang masih memiliki kategori desa tertinggal.
“Kabar baiknya bahwasanya 6 tahun terakhir ini, apalagi kemudian disupport oleh Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dipimpin oleh Kepala Desa disupport oleh seluruh perangkat desa dan BPD. Yang terpenting adalah seluruh lapisan masyarakat di semua desa telah bersemangat untuk membangun desanya,” katanya.
Bupati Tantri menjelaskan 330 desa/kelurahan saat ini posisinya sedang berinovasi mengembangkan sektor UKM. Disamping terus berinovasi dan berkreasi mendekatkan dan meningkatkan pelayanan yang profesional dan amanah bagi seluruh masyarakat di desa tersebut.
“Sesuai dengan visi misi Presiden RI, saya dan Yayasan Desa Emas bersepakat ingin membangun Indonesia, ingin membangun Jawa Timur dan ingin membangun Kabupaten Probolinggo dimulai dari membangun desa sehingga pada akhirnya kami bersepakat untuk menghadirkan sentuhan Yayasan Desa Emas di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Menurut Bupati Tantri, program Desa Emas ini merupakan program yang luar biasa bagus sehingga tidak ada alasan untuk tidak bergerak cepat. Oleh karena itu tahun 2019 ini dilaksanakan workshop terkait Desa Emas bagi 20 desa sehingga nantinya pada 1 Januari 2020 sudah bisa langsung take off atau terbang.
“Jadi sebelum terbang, sekarang harus ada persiapan dan latihan terbang dulu. Tetapi saya yakin pasti bisa, apabila kami melihat potensi yang sudah nyata. Tinggal sedikit sentuhan dan polesan terutama SDM, Insya Allah bisa terbang dan mampu memberikan sebuah perbedaan yang nyata dan signifikansi bagi kesejahteraan masyarakat di desa/kelurahan,” jelasnya.
Bupati Tantri meminta kepada 20 orang kepala desa yang telah terpilih di antara 330 desa/kelurahan serta para camat yang terpilih lokasinya menjadi pilot project Yayasan Desa Emas sekaligus Patriot Desa agar memanfaatkan kegiatan ini sebagai sebuah media yang mampu menambah value dan mampu menambah semangat bagaimana membangun diri pribadi yang membawa dampak signifikan bagi pembangunan desa di wilayahnya masing-masing.
“Kegiatan ini merupakan sebuah media untuk kita bersama seluruh potensi desa khususnya di 20 desa di Kabupaten Probolinggo untuk menemukenali dan memotret potensi itu dengan harapan potensi itu kita creat yang bisa kita miliki menjadi sebuah sumber daya bagi kesejahteraan masyarakat di desa,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri mengharapkan dengan kehadiran Yayasan Desa Emas ini mampu menumbuhkembangkan karakter-karakter mulia untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo. “Semoga kegiatan ini menjadi media dan sarana yang manfaat bagi kita bersama menjadi ilmu dan pengalaman yang memberikan keberkahan bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.(Wap)

Tags: