Seminggu Sudah SMPN 2 Tanggulangin, Sidoarjo Kebanjiran

Para siswa di SMPN 2 Tanggulangin saat mencium tangan pada guru sebelum masuk sekolah. Mereka tetap masuk sekolah meski sudah seminggu sekolahan mereka terendam banjir.

Belum Ada Tanda-tanda Surut, Siswa Tetap Masuk Sekolah Seperti Biasanya
Kab Sidoarjo, Bhirawa
Hujan deras yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Sidoarjo menyisakan duka di dunia pendidikan. Betapa tidak, sudah seminggu lebih SMPN 2 Tanggulangin yang berada di Desa Kedungbanteng ini terendam banjir. Meski sudah lewat seminggu, hingga kini belum ada tanda-tanda air bakal surut. Kondisi ini tentunya mengganggu proses belajar mengajar di sekolah negeri tersebut.
Meski sekolahnya kebanjiran lebih dari seminggu, semangat para siswa ataupun para guru tak pernah surut. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa walaupun saat berangkat ataupun pulang sekolah harus rela melepas sepatu dan mengangkat celana atau rok agar tidak basar.
“Anak-anak tetap masuk sekolah. Jika masih banjir, mereka masih bisa belajar dengan menggunakan ruang yang tidak terkena banjir. Seperti di musala dan ruang lain,” kata Kepala SMPN II Tanggulangin, Al Hadi, disela-sela mendampingi Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, yang belum lama ini datang melihat kondisi sekolahnya itu.
Dituturkan Al Hadi, para siswa tetap masuk sekolah seperti biasanya. Masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pada pukul 14.00 WIB. Saat ini menurutnya, ada sebelas ruang belajar di sekolahnya yang terendam banjir. Genangan air di sekolahan yang berada di Desa Kedungbanteng itu belum ada tanda-tanda akan surut.
Genangan air hujan tidak bisa cepat surut, menurutnya selain air laut sedang pasang, ditambah lagi, setiap malam hujan deras mengguyur kawasan ini. Sehingga banjir semakin awet berhari-hari. “Setiap hari hampir selalu hujan deras. Kalau terus seperti ini, ya akan banjir terus,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Drs Asrofi, sempat memuji semangat dari para pendidik dan siswa di sekolahan tersebut, yang tidak sampai menghentikan proses belajar mengajar disana. Sehingga dirinya berharap dari OPD teknis terkait di Pemkab Sidoarjo, secepatnya mencari solusi jangka pendek. Supaya genangan air hujan itu, cepat surut dan tidak masuk ke kompleks sekolahan.
“Mungkin dengan meninggikan area sekolah yang tergenang dan pembuatan embung, yang bisa menampung genangan air hujan itu. Menurut saya ini harus segera. Saya juga salut dengan semangat para pendidik dan siswa disekolahan itu. Mereka tetap masuk sekolah meski kondisinya menyedihkan,” ujar Asrofi.
Menurut beberapa warga, banjir kali ini paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena di kawasan itu seperi langganan. Selalu banjir setiap musim penghujan tiba. “Tahun lalu juga banjir. Tapi air hanya menggenangi jalan desa. Sedangkan sekarang ini, air hujan sudah memasuki sejumlah rumah warga, bahkan kawasan sekolahan,” katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Ir Dwijo Prawiro, mengatakan di wilayah Kecamatan Tanggulangin itu, ada dua desa yang mengalami banjir akibat hujan yang intensitasnya tinggi. Yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri.
Selain jalan desa dan area persawahan, air juga merendam sejumlah rumah penduduk. Termasuk sekolahan juga terendam. Terhitung ada lima RT di Banjarasri dan tiga RT di Kedungbanteng. Namun demikian, lanjut Dwijo, belum ada warga yang mengungsi. Dikarenaman banjir tidak terlalu dalam. Meski demikian pihaknya berharap ketinggian air cepat surut.
Pihak BPBD Sidoarjo, kata Dwijo, telah mengirimkan sejumlah 250 paket bantuan yang dibagikan ke warga sekitar. Bantuan berupa sembako seperti beras dan minyak. Sedangkan Dinas Kesehatan, membuka posko layanan kesehatan untuk melayani warga yang mengeluhkan gatal-gatal pada kulit.
Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, yang juga Plt Bupati Sidoarjo, yang sudah melihat langsung kondisi yang memprihatinkan tersebut, sempat berdialog cukup lama dengan sejumlah OPD terkait. Ada dari Dinas PUBM dan SDA, BPBD, Dikbud, pihak SMPN 2 Tanggulangin, masyarakat, kepala desa serta Forkopimka Kec Tanggulangin.
Selain mencari solusi cepat dan tepat untuk mengatasi banjir di wilayah itu, Wabup Nur Ahmad Syaifudin tak kalah pentingnya juga mengingatkan bersama, dari peristiwa ini harus ada kajian menyeluruh tentang penyebab banjir. Supaya bisa segera ditemukan solusi, agar banjir tidak terulang kembali. Sehingga tidak sampai membuat penderitaan banyak orang. [Ali Kusyanto]

Tags: