Sempat Diancam Ditolak, Hasil Proyek Pasar Sayur Diserahkan di Death Line Waktu

Prosesi penyerahan hasil proyek Pasar Sayur Batu dari PT BWR kepada Pemkot Batu yang dilanjutkan dengan pemeriksaan hasil proyek, Selasa (28/1)

Kota Batu,Bhirawa.
Setelah berharap cemas akan kembali mengalami keterlambatan, akhirnya proyek Pembangunan Pasar Sayur tahap II bisa terselesaikan tepat waktu. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya penyerahan hasil proyek Pasar Sayur dari pelaksana proyek kepada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), Selasa (28/1). Dengan penyerahan ini maka Pasar Sayur baru ini akan segera diresmikan Walikota, dan bisa segera digunakan para pedagang pada bulan Februari depan.
Penyerahan hasil proyek Pasar Sayur dilakukan Direktur PT Bintang Wahana Tata (BWT), Wahyu Setiawan kepada Kepala DPKPP Kota Batu, Arif Setiawan di lokasi proyek yang berada di Jl.Dewi Sartika Kota Batu. Turut hadir dalam penyerahan tersebut, Kajari Batu Sri Heny Alamsari dan juga Tim Ahli Bangunan Gedung Universitas Brawijaya yang dipimpin Ir.Sugeng Prayitno,IPM.
“Sebelumnya, penyelesaian proyek Pasar Sayur tahap II ini sudah mengalami keterlambatan. Seharusnya proyek ini harus selesai pada 26 Desember 2019, namun pelaksana proyek minta perpanjangan selama 31 hari,”ujar Kepala DPKPP Batu, Arif Setiawan, Selasa (28/1). Dengan perpanjangan tersebut maka pengerjaan proyek harus selesai pada tanggal 28 Januari 2020. Jika penyelesaian kembali molor maka PT BWT kembali terancam terkena pinalti atau denda.
Dijelaskan Arif, dalam keterlambatan pertama PT BWT telah mendapatkan pinalti selama 31 hari. Artinya, dari nilai proyek sebesar Rp 5,4 miliar, PT BWT harus membayar denda sebesar Rp 5,4 juta perhari. Dengan demikian dalam keterlambatan pertama PT BWT harus membayar denda sekitar Rp 167 juta.
Sementara, Kajari Batu Sri Heny Alamsary mengatakan dalam penyerahan kemarin belum ditemukan adanya kesalahan atau ketidaksesuaian antara perjanjian dengan hasil proyek. “Kita akan lihat bersama dan ketika ada temuan yang harus diperbaiki maka saya sarankan kepada pelasana proyek untuk segera melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam waktu 6 bulan masa pemeliharaan,”ujar Sri Heny.
Sementara, dari Tim Ahli Bangunan Gedung UB, Ir. Ir.Sugeng Prayitno,IPM mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan forensik terhadap sisik gedung Pasar Sayur Batu pada Kamis (23/1). Ada sebanyak 26 ahli bangunan dari UB bertitel Doktor yang ikut melakukan pemeriksaan.
“Dengan alat yang kami miliki, kami bisa melihat berada ketebalan lantai cor ini, dan juga melihat berapa baja yang tertanam pada beton ini,”ujar Sugeng sambil menunjuk rangka baja yang tertanam pada beton.
Dan dari hasil pemeriksaan itu, kata Sugeng, tidak ada temuan adanya kesalahan pada bangunan Pasar Sayur Batu. Namun Tim Ahli UB ini memiliki catatan untuk PT BWT untuk melakukan perbaikan sistem drainase Pasar Sayur. Dainase perlu diperbaiki karena masih belum bisa berfungsi optimal.
Sementara, Direktur PT BWT, Wahyu Prasetiawan mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan penyerahan, tetapi juga menyelesaikan semua kekurangan yang ditemukan dalam sidak DPRD. “Untuk perbaikan drainase pasti kami sempurnakan dalam masa perawatan enam bulan usai diserahkan. Kami pastikan tidak ada yang dirugikan dalam pembangunan Pasar Sayur tahap II. Baik bagi pemerintah dan pedagang,” ujar Wahyu.
Dketahui, dalam beberapa kali sidak yang dilakukan Komisi C DPRD Batu, dtemukan adanya ketidaksesuaian pengerjaan proyek dengan kesepakatan. Akibatnya, Dewan sempat mengancam menolak hasil penyerahan hasil proyek yang dilakukan kemarin.(nas)

Tags: