Pemprov Jatim Alokasikan Anggaran Pelabuhan Boom Banyuwangi

Pelabuhan Boom Baru

Pelabuhan Boom Baru

DPRD Jatim, Bhirawa
Pelabuhan Boom Banyuwangi yang sempat mangkrak akhirnya kembali dianggarkan pada tahun 2015 ini. Bahkan untuk penyelesaian pembangunan ini, tidak ada batas waktunya. Dengan begitu maka setiap tahunnya, pelabuhan boom Banyuwangi ini yang menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Jatim  bisa mendapatkan alokasi anggaran miliaran rupiah.
“Sekarang sudah bisa dioperasikan. Tapi untuk bisa final menjadi sempurna pelabuhannya, tiap tahun (anggarannya) ditambah. Kalau sekarang pemakaiannya sekian, tahun depannya lagi ditingkatkan. Untuk pembangunan infrastuktur khan tidak ada limit waktu selesainya,” kata Soekarwo Gubernur Jatim, Kamis (13/11).
Mantan Sekda Provinsi Jatim ini mengakui jika mangkraknya pembangunan pelabuhan Boom Banyuwangi pada Tahun 2014 ini disebabkan karena diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, pemeriksaan tersebut sudah tuntas sehingga pembangunan pelabuhan tersebut bisa untuk dilanjutkan kembali. “Dulu memeang diperiksa KPK perkara bangunan di bawah air. Tapi, sudah selesai. Oleh pakar sudah dibenahi,” urainya
Sebagaimana diketahui pembangunan pelabuhan Boom Banyuwangisudah menelan biaya yang fantastis namun pembangunannya tak kunjung selesai. pada tahun 2007 saat awal dikerjakan mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 3,7 miliar. Sedangkan pada tahun 2009 meningkat secara drastis hingga mencapai Rp44 miliar. Pada tahun 2010 Pemprov Jatim kembali mengucurkan dana sekitar Rp11 miliar.
Kucuran danapun tak sampai berhenti di situ, pada tahun 2011 proyek tersebut kembali mendapat kucuran dana senilai Rp 8 miliar dari APBD. Pada tahun 2012 untuk  dermaga boom, anggarannya mencapai Rp9 miliar. Sedangkan pada tahun 2013 ini, kembali Pemprov Jatim mengucurkan anggaran sebesar Rp 8,7 miliar untuk melanjutkan pembangunan tersebut dan Pada Tahun 2015 ini anggarannya dalam APBD diketahui sebesar Rp9 miliyar.
Fungsi dari pelabuhan ini dijelaskan sebagai pelabuhan pulau antar provinsi. Saat ini untuk kedalaman pembanguan tersebut baru 50 meter ke dalam air. Pakde – sapaan akrab Soekarwo – menyampaikan ke dalamannya nantinya harus mencapai 100 Meter seperti ke dalaman pelabuhan di laut brodong Lamongan dan laut tanjung tembaga di Probolinggo. “Fungsinya juga untuk mengangkut batubara untuk pabrik-pabrik yang ada di Probolingo dan Pasuruan. Nantinya sebagian kapal besar yang ada di Tanjung Priuk bisa pindah ke sini,” tuturnya. [cty]

Tags: