Sempat Terhenti Pandemi, Pemkab Trenggalek Lanjutkan Pemeliharaan Berkala Jalan

Trenggalek,Bhirawa
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Trenggalek kembali melanjutkan pengerjaan pemeliharaan berkala jalan- jalan yang rusak di Bumi Minaksopal. Mengingat sebelumnya, rencana pembangunan itu sempat terancam gagal akibat refocusing anggaran akibat dampak pandemi Covid-19. Selanjutnya dalam proses pembangunan dilanjutkan kembali setelah masuk era adaptasi baru yang berasal dari anggaran alokasi cadangan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek Ramelan menjelaskan seperti halnya proses pemeiharaan berkala jalan Ngempon-Bendo. kemarin, sempat akan dimulai sebelum Pandemi Covid-19. Namun, karena adanya peraturan untuk refocusing anggaran penangganan Covid-19,prosesnya harus dihentikan.

“Jadi dulu memang sudah masuk proses lelang. Tapi kemudian batal karena ada refokusing anggaran. Namun karena masuk adaptasi kebiasaan normal baru maka dilanjutkan kembali lelangnya, dengan hasil dilanjutkan kontrak tanggal 27 Agustus target pengerjaannya maksimal tanggal 20 Desember 2020 harus selesai,”ucap dia.

Ramelan menyebutkan untuk pegerjaan jalan Ngempon- Bendo yang saat ini menelan anggaran sebesar Rp 11,6 miliar dengan nilai pagu Rp. 17,8 milyar, yang panjangnya kurang lebih 6 km.

“Panjang jalan yang diperbaiki kurang lebih 6 km , pengerjaannya ditargetkan rampung sebelum tanggal 20 Desember 2020,” Tuturnya.

Lebih lanjut ia mengaku bahwa dalam upaya pemeliharaan jalan yang ada di Kabupaten Trenggalek di tahun 2020 merupakan tahun yang berat, mengingat rencanya perawatan jalan yang sebelumnnya sudah direncanakan harus terhenti akibat wabah corona, sehingga Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali melanjutkan pelaksanaannya di sisa tahun 2020 ini.

“Dalam pelaksanaan pembangunan tahun ini merupakan tahun yang berat, mengingat ada refokusing anggaran karena dari rencana pembangunannya ditiadakan, dan saat ini harus dilaksanakan kembali,” ungkapnya.

Kendati demikian untuk memaksimalkan pembangunan walaupun di waktu yang terbatas pihaknya akan terus memantau dan berupaya agar pembangunannya bagus dan sesuai rencana.

“Melalui peningkatan pengendalian serta kontroling,” tutur dia.

Ramelan menambahkan mengingat dalam pengerjaannya yang memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan, maka untuk para pengendara yang setiap harinya melewati jalur tersebut mengalami ketidaknyamanan. Karena setiap hari dikerjakan, Jadi disampaikannya bahwa kalau dalam pembanguanannya mengganggu aktivitas masyarakat, ia berharap masyarakat bisa menyadari.

“Diharapkan masyarakat bisa menyadari, mengingat untuk mempercepat pembangunan, disisi lain karena dana DAK yang sangat terbatas, maka dilakukan penutupan akses jalan dari luar, sehingga target pengerjaannya bisa sesuai rencana” pungkasnya.(wek).

Tags: