Sensus Penduduk, Generasi Z, dan Pembangunan Jatim

Oleh :
Munari Kustanto
Peneliti Muda pada Bappeda Kabupaten Sidoarjo

Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu yang lalu merilis hasil Sensus Penduduk 2020 (SP-2020). Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada BPS di seluruh Indonesia. Di tengah berbagai keterbatasan akibat pandemi Covid-19, BPS berhasil menyelesaikan tugas besar sepuluh tahunan ini. Berbagai inovasi dan penyesuaian telah dilakukan BPS guna menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia. Hasil SP-2020 tentu memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan. Terlebih bagi daerah yang beberapa waktu lalu menyelenggarakan Pilkada serentak. Di Jawa Timur, 16 kabupaten dan 3 kota telah menggelar pesta demokrasi di penghujung tahun 2020. Dalam hitungan hari pasangan kepala daerah terpilih akan segera dilantik untuk menjalankan amanah yang diembannya. Enam bulan setelah pelantikan, pemerintah daerah harus rampung menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Berbagai isu strategis akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan dokumen tersebut. Tentu saja salah satunya adalah isu kependudukan. Data hasil SP-2020 menjadi modal berharga bagi kepala daerah terpilih.

Jumlah penduduk Jawa Timur berdasarkan hasil SP-2020 tercatat 40,67 juta jiwa. Selama periode 2010-2020 laju pertumbuhan penduduk tercatat 0,79% per tahun. Meningkat jika dibandingkan periode 2000-2010 sebesar 0,75%. Sebanyak 71,65% penduduk Jawa Timur berada dalam usia produktif. Kondisi ini mengindikasikan bahwa Jawa Timur masih berada dalam masa bonus demografi. Dilihat dari kompososisinya, penduduk Jawa Timur didominasi Generasi Z dan Generasi Y (Milenial). Tercatat 24,80% dari populasi penduduk Jawa Timur merupakan Generasi Z dan 24,32% adalah Generasi Milenial. Pada sisi lain, jumlah penduduk usia lanjut (di atas 60 tahun) tercatat 13,10%. Meningkat jika dibandingkan tahun 2010 sebesar 10,40%.

Menilik data yang dirilis BPS di atas, setidaknya terdapat tiga isu utama yang perlu diperhatikan. Pertama, meningkatnya laju pertumbuhan penduduk. Kondisi ini bertolak belakang dengan perkembangan nasional. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia di tahun 2020 tercatat sebesar 1,25%. Memang masih di atas Jawa Timur, namun laju pertumbuhan penduduk di tingkat nasional tercatat mengalami perlambatan dibanding periode sebelumnya sebesar 1,49%. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kajian komprehensif perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab peningkatan laju pertumbuhan penduduk sepuluh tahun terakhir. Bagi 19 Kabupaten/Kota yang akan menyusun RPJMD juga perlu melakukan penelaahan lebih mendalam. Berbagai upaya harus tetap dilakukan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Melalui pengendalian pertumbuhan penduduk, kepala daerah terpilih dapat melaksanakan pembangunan daerah dengan optimal.

Kedua, meningkatkan penduduk usia lanjut (lansia). Kondisi ini relative sama dengan perkembangan nasional. Penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 tercatat 9,78% meningkat dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar 7,59%. Membesarnya penduduk lansia sejatinya merupakan potensi yang dapat memberikan banyak keuntungan. Di samping sebagai penyangga pembangunan, penduduk lansia juga berperan sebagai pemelihara sekaligus pewaris budaya bangsa kepada generasi selanjutnya. Keuntungan tersebut dapat dinikmati manakala penduduk lansia tangguh, sehat, dan produktif. Mereka membutuhkan dukungan dari keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitar untuk merasa aman dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari. Kepala daerah terpilih perlu memastikan kebutuhan penduduk lansia terakomodir dalam dokumen perencanaan daerah. Pemenuhan kebutuhan penduduk lansia perlu dikolaborasi dengan program prioritas dan visi-misi kepala daerah terpilih.

Ketiga dan paling menarik adalah dominasi Generasi Z. Kondisi nasional juga menunjukkan hal yang sama, di mana 27,94% penduduk Indonesia merupakan Generasi Z. Sebagaimana diketahui bersama, terdapat perbedaan karakteristik yang signifikan antara Generasi Z dengan generasi yang lain. Menurut Bencsik dan Machova penguasaan informasi dan teknologi menjadi faktor pembeda utama. Informasi dan teknologi menjadi bagian dari kehidupan Generasi Z. Mereka lahir manakala internet telah menjadi budaya global. Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap nilai, pandangan dan tujuan hidup mereka. Menurut Elmore Generasi Z merupakan sosok yang sangat efektif di era digital. Mereka memiliki harapan yang berbeda di tempat kerja, berorientasi pada karir, merupakan generasi profesional yang ambisius, serta memiliki kemampuan teknis dan pengetahuan bahasa tingkat tinggi. Generasi Z merupakan sosok yang sangat efektif di era digital.

Saat ini baru sebagian Generasi Z yang masuk dalam kategori penduduk usia produktif. Dalam tujuh tahun ke depan, seluruh Generasi Z akan berada pada usia produktif. Kepala daerah terpilih harus memberikan perhatian serius terhadap fenomena tersebut. Generasi Z akan menjadi aktor penting dalam pembangunan daerah. Masa depan suatu daerah sangat bergantung pada kemampuan RPJMD yang akan disusun dalam menyiapkan dan mengelola Generasi Z. Tugas terpenting kepala daerah terpilih adalah memastikan kualitas Generasi Z memiliki kompetensi untuk memenangkan persaingan di era digital. Intervensi tentunya tidak hanya pada penyediaan sarana prasarana pendidikan yang menunjang kebutuhan mereka. Kepala daerah terpilih juga perlu memastikan bahwa setiap invetasi yang masuk mampu mengakomodir kepentingan Generasi Z.

Bonus demografi yang sedang dirasakan Jawa Timur tidak serta merta dapat dinikmati hasilnya, tapi harus diupayakan. Salah satunya adalah melalui perencanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan. Patut kita tunggu kiprah 19 Kabupaten/Kota memanfaatkan data SP-2020 dalam menyusun perencanaan pembangunan daerahnya. Manakala kepala daerah terpilih mampu mengakomodir ketiga isu tersebut dalam dokumen RPJMD. Sedikit banyak akan memberikan dampak bagi arah pembangunan Jawa Timur di masa mendatang. Harapannya bonus demografi yang sedang dinikmati dapat bertransformasi menjadi bonus kesejahteraan. Dengan demikian masyarakat dapat benar-benar merasakan bonus dalam demografi di Jawa Timur.

———— *** ————–

Tags: