Sentra Ikan Bulak Surabaya Sepi Peminat

2-SIB sepi ; Puluhan pedagang ikan asap serta makanan dan minuman (mamin) pilih berjualan di sepanjang jalan Kyai Tambak Deres tepatnya di depan pintu masuk Pantai Ria Kenjeran sisi selatan, Minggu (111). gehSurabaya, Bhirawa
Sentra Ikan Bulak (SIB) yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar, sampai saat ini belum menarik minat warga Surabaya. Bangunan yang diresmikan akhir tahun 2012 lalu oleh Wali kota Tri Rismaharini dan diharapkan jadi jujugan warga terkait wisata kuliner serta produk olahan hasil laut itu masih terlihat sepi.
Dari pantauan Bhirawa, jumlah pedagang dan pembeli sampai saat ini masih sangat minim. Pedagang pun banyak mengeluhkan keberadaan SIB itu karena tak bisa mendatangkan pembeli. Informasinya, saat diresmikan Wali kota, hampir seluruh stan terisi. Kini hal itu sudah tak bisa dilihat lagi.
Sepinya SIB, membuat pedagang memilih berjualan di sepanjang Jalan Kyai Tambak Deres, Kenjeran tepatnya sebelah selatan pintu masuk Tempat Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Puluhan pedagang ikan asap serta makanan siap saji berjajar di pusat wisata Surabaya Timur ini.
” Di sana (SIB) sepi pembeli, saya juga tidak punya transportasi untuk menganggkut barang-barang dagangan ke pasar ikan. Saya juga gampang mengawasi anak-anak saya karena dekat dengan rumah,” kata Putri, pedagang ikan asap yang masih bertahan di tempat lama ini pada Bhirawa, Minggu (11/1).
Dirinya bersama pedagang lainnya, masih enggan untuk pindah ke Pasar SIB lantaran takut kehilangan pelanggan, sehingga dagangannya tidak laku. Apalagi saat ini kondisi SIB sangat sepi dari kunjungan warga.
” Menggeluti bisnis ikan asap ini secara turun-temurun. Awalnya yang berjualan di tempat ini ibu saya. Dan sekarang saya yang mewarisi, kalau pindah ke SIB gak menjamin pengunjung di Kenjeran akan kesana (SIB),” tambah ibu dua anak ini disela-sela melayani pembeli.
Hal serupa juga dikatakan Nia, penjual lontong kupang yang dulunya berjualan di SIB ini. Bahwa usaha untuk selalu meramaikan stan dagangannya kerap dilakukan, mulai memasang banner dan menghubungi pelanggan-pelanggannya ketika masih berjualan di batu-batu kenjeran. Bahkan, dirinya sempat mengatakan kepada pelanggan bahwa di pasar ikan Bulak terdapat fasilitas seperti televisi dan wifi gratis.
” Tapi tetap saja pelanggan gak mau datang, apalagi watu-watu (batu-batu) Kenjeran sekarang sudah dikasih pagar. Jadi ya mending jualan di dekat wisatanya langsung, biar gak rugi. Momen liburan ini memang ramai disini,” terangnya.
Nia beranggapan, sepinya SIB ini karena kurangnya informasi atas petunjuk mengenai pindahnya pedagang dari Batu-batu Kenjeran ke SIB. Semenjak Batu-batu Kenjeran di kasih pagar, pedagang lebih memilih pindah di dekat lokasi wisata langsung ketimbang di SIB. ” Di SIB itu kalau ramai ya pas ada orkes saja, itupun hanya sebulan dua kali. Selain itu ya sepi lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Bulak Suprayitno mengakui bahwa SIB masih terlihat sepi meski di hari libur. Akan tetapi, dirinya menyakini Sentra Ikan Bulak (SIB) akan ramai jika taman Bulak sudah selesai pengerjaannya.
” Kan nanti kalau taman Bulak selesai saya yakin SIB akan ramai dikunjungi, karena di samping SIB yaitu taman Bulak ada selter angkot yang tujuannya untuk mendatangi SIB,” terang Prayit sapaan akrab Camat Bulak.
SelainĀ  itu, Prayit juga mengatakan nantinya Pemkot Surabaya juga akan membangun menara cukup tinggi, yang bertujuan untuk melihat suasana Kenjeran dari ketinggian. Serta rencananya juga akan dibuatkan kereta gantung. ” Mudah-mudahan pembangunan Menara dan kereta gantung bisa terealisasi,” harapnya. (geh)

Keterangan Foto : Puluhan-pedagang-ikan-asap-serta-makanan-dan-minuman-mamin-pilih-berjualan-di-sepanjang-jalan-Kyai-Tambak-Deres-tepatnya-di-depan-pintu-masuk-Pantai-Ria-Kenjeran-sisi-selatan-Minggu-111.- [geh/bhirawa]

Tags: