Seperti Mimpi Punya Hunian Layak

4-kunci-RUSUNAWA160 KK Ditampung di Rusunawa
Malang, Bhirawa
Wajah  Ahmad Kurnadi Widarta, tampak berseri-seri, matanya berbinar, tak henti-hentinya dari mulut peria paruh baya ini, mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, lantaran sejak Kamis 3/4 kemarin, dia resmi menghuni rumah susun sewa (Rusunawa) di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
“Alhamdulillah, menghuni tempat layak seperti sekarang ini, bagi kami rasanya hanya sekedar mimpi. Tapi ini benar-benar menjadi kenyataan,”terang Kurnadi Widarta.
Apalagi dengan penghasilan yang pas-pasan dia sebelumnya hanya bisa menempati rumah kontrakan di gang sempit yang sangat kumuh, didaerah Muharto.  “Di tempat yang lama di Muharto gang 7 C, kami gunakan bersama anak dan istri. Katika itu kami tidak pernah berfikir soal kesehatan keluarga, yang penting bisa beristirahat saja,”tambah    pria yang sehari-harinya berjualan es cendol ini.
Karena itu, berkali-kali dia menyampaikan terima kasih  kepada pemkot Malang, yang telah memberikan kesempatan kepada  keluarga miskin seperti dirinya  untuk menempati Rusunawa.
Wajah ceria itu, tidak hanya dirasakan oleh Kurnadi, tetapi sebanyak 160 Kepala Keluarga (KK) warga berpenghasilan rendah lainya di Kota Malang.
Sementara itu, Wali Kota Malang, HM. Anton kepada penghuni berharap, agar menjaga kebersihan lingkungan, sehingga tetap nyaman dihuni. Karena pemkot berkeinginan  keberadaan rusuwana bisa membantu masyarakat yang selama ini tinggal di kawasan terlarang dan kumuh kini bisa bertempat tinggal di hunian yang layak.
Anton menegaskan, Rusunawa ini diperuntukan bagi warga miskin, sebagai upaya Pemkot Malang untuk mengurangi angka kemiskinan. Sebagian besar mereka bertempat dikawasan kumuh dan bantaran sungai. “Kami bertekad untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya tak layak huni, mereka bertempat disini dengan dengan sewa yang sangat murah,”ujar Walikota Malang itu.
Selain itu, pembangunan rusunawa juga merupakan salah satu upaya  pengentasan kemiskinan. Karena  warga Kota Malang, ini, 4,5 persen diantaranya masuk kategori miskin. Makanya berbagai upaya terus dilakukan.
“Setelah  Buring I, pembangunan Rusunawa Buring II di kawasan Kedungkandang juga telah dilakukan. Selain itu, di wilayah Barat juga akan di bangunan rusuwana di kawasan Tlogomas,” tandas Walikota yang kerap disapa Abah Anton ini.
Dibagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPU PPB) Kota Malang, Djarot Edy Sulityo mengatakan, jika  pembangunan rusunawa tersebut merupakan bantuan dari Kementrian PU, Direktorat Jendral Cipta Karya dengan mekanisme hibah.  “Kota Malang medapat bantuan hibah sebesar Rp 25 Miliyar dari APBN 2012 lalu,” ujar Djarot.
Ia menjelaskan, Rusunawa yang dibangun sejak 20 Maret 2012 tersebut merupakan bangunan twin block dengan jumlah total kamar sebanyak 196 unit. Selain kamar, rusunawa juga dilengkapi musholla, tempat pertemuan. “Kami juga menyediakan fasilitas penyambungan listrik, air bersih, sarana jalan masuk, saluran, dan fasilitas penunjang lainnya,”tuturnya.
Sedangkan biaya sewa rusunawa tersebut cukup terjangkau. Untuk lantai 1 yang dikhususkan bagi warga difabel biaya sewa per bulan sebesar Rp 75 ribu per bulan, untuk lantai dua Rp 175 ribu per bulan, lantai tiga Rp 150 ribu, lantai empat Rp 125 ribu, serta lantai lima harga sewanya Rp 100 ribu per bulan.  [mut]

Rate this article!
Tags: