September, Nilai Tukar Nelayan Jawa Timur Naiki 0,17 Persen

Pemprov Jatim, Bhirawa
Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan September 2020 naik 0,17 persen, dari 95,25 di bulan Agustus 2020 menjadi 95,41 di bulan September 2020. Kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan naik sebesar 0,11 persen, lebih tinggi dari indeks harga yang dibayar nelayan yang turun sebesar 0,07 persen.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, ada sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan tongkol, ikan layang, ikan cakalang, udang laut, ikan kurisi, rajungan, ikan belanak, ikan lemuru, kepiting laut, dan ikan benggol.

Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan layur, ikan teri, cumi – cumi, ikan kembung, ikan kakap, ikan tenggiri, kerang, ikan selar, kepiting air tawar, dan udang umum.

Dikatakannya juga, indeks harga yang dibayar nelayan pada bulan September 2020 dibanding bulan Agustus 2020 turun sebesar 0,07 persen, dari 106,86 menjadi 106,79. “Penurunan ini disebabkan oleh turunnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,16 persen, dan Indeks harga Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,01 persen,” katanya.

Lebih lanjut dipaparkannya, untuk indeks harga yang dibayar nelayan bulan September 2020 terhadap Desember 2019 (tahun kalender) mengalami kenaikan sebesar 1,46 persen. Adapun Indeks harga yang dibayar nelayan bulan September 2020 terhadap September 2019 (year-on-year) naik sebesar 2,24 persen.

Indeks harga Biaya Konsumsi Rumah Tangga bulan September 2020 dibanding bulan Agustus 2020 turun sebesar 0,16 persen yaitu dari 106,22 menjadi 106,05. Hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,34 persen.

Adapun kenaikan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,36 persen, kelompok kesehatan 0,30 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,16 persen, kelompok pendidikan 0,10 persen.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan rumah tangga masing – masing naik sebesar 0,08 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,05 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,04 persen, dan terakhir adalah kelompok transportasi yang naik 0,03 persen.

Indeks harga BPPBM bulan September 2020 dibanding bulan Agustus 2020 turun sebesar 0,01 persen dari 107,28 menjadi 107,27. Penurunan ini disebabkan karena kelompok barang modal turun sebesar 0,03 persen, sedangkan kelompok sewa dan pengeluaran lainnya serta kelompok transportasi dan komunikasi masing – masing naik hanya 0,02 persen dan 0,01 persen.

Ada sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah bawang putih, ketimun, ikan tongkol, genset, rokok kretek filter, minyak goreng, cabai merah, emas perhiasan, ikan layang, dan retribusi.

Sedangkan sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah telur ayam ras, daging ayam ras, jaring angkat, tomat sayur, semangka, cabai rawit, beras, kacang panjang, gula pasir, dan jeruk.[rac]

Tags: