Serba Daring di Masa Pandemi

Oleh :
Prizkyka Wiranda Sabrina Nabilla
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Sejak berlakunya sistem social distancing selama wabah virus corona ini, aktivitas sosial masyarakat menjadi terbatas. Berlakunya sistem tersebut guna mencegah penularan virus corona. Sementara itu, social distancing merupakan suatu tindakan untuk mencegah penularan virus corona dengan cara membatasi kegiatan di luar rumah, menghindari tempat ramai, dan tidak bepergian untuk semntara waktu. Seperti yang telah diketahui, sudah banyak korban terdata positif corona yang mencapai ribuan orang. Adanya social distancing, aktivitas masyarakat seperti belajar dan bekerja harus dilakukan di rumah.

Dalam masa penerapan social distancing, aplikasi berbasis komunikasi daring paling banyak digunakan untuk menunjang kegiatan masyarakat di rumah. Banyaknya media daring (dalam jaringan) memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi di saat melakukan pekerjaan dari rumah, sehingga semua aktivitas atau pekerjaan bisa dikerjakan secara online. Komunikasi daring sendiri mengacu pada membaca, menulis, dan berkomunikasi melalui atau menggunakan jaringan computer (Warschauer, M. 2001 pp. 207-212), atau bisa diartikan bahwa komunikasi daring merupakan cara berkomunikasi dimana penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan melalui jaringan internet. Di samping itu kecenderungan terhadap penggunaan media daring ini juga merubah pola komunikasi dan budaya masyarakat. Orang-orang lebih memilih media daring untuk berkomunikasi secara mudah dan memunculkan ide baru di saat situasi wabah yang kian tidak menentu, yaitu penggunaan media daring sebagai kebutuhan aktivitas masyarakat di rumah selama menerapkan social distancing. Munculnya ide tersebut, masyarakat juga memilih berkomunikasi secara online dan ‘kebiasaan’ di tengah masyarakat sedikit tergeserkan, yaitu berjabat tangan, ditambah lagi dengan himbaun untuk tidak berkontak fisik dengan orang lain

Namun penggunaan media komunikasi daring bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran virus corona yang dimanfaatkan masyarakat sebagai alat penunjang untuk melakukan pekerjaan di rumah pada saat masa pandemi saat ini. Telah banyak aplikasi untuk berkomunikasi daring yang telah tersedia, seperti Zoom, WhatsApp, Google Meet, Skype, dan masih banyak lagi.. Penggunaan aplikasi komunikasi daring tersebut sangat efektif bagi masyarakat yang tengah melakukan penerapan wfh (work from home). Dalam artian, komunikasi daring bisa digunakan para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan pribadi atau melakukan diskusi secara online dengan menggunakan aplikasi daring.

Penggunaan komunikasi daring juga diterapkan dalam sistem pendidikan saat ini. sehubungan dengan pandemi, tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi. Sehingga kegiatan tersebut juga harus dilakukan di rumah dengan secara online. Pemerintah juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Peneybaran Covid-19. Kegiatan belajar-mengajar daring difokuskan pada pengingkatan pemahaman mengenai virus corona dan wabah Covid-19. Sistem daring juga dirasakan saat merayakan hari Idul Fitri kemarin. Setelah pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak mudik, alhasil silaturahmi kepada sanak saudara pun dilakukan juga secara daring dengan melalui konferensi video.

Tetapi, kecenderungan memakai media komunikasi daring sempat membawa dampak buruk bagi masyarakat. Salah satunya, pada pertengahan April lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita bahwa perangkat penggna aplikasi Zoom telah diretas oelh hacker dan dijual ke situs gelap. Seringnya masyarakat menggunakan aplikasi komunikasi daring memicu hacker untuk meretas akun para pengguna aplikasi tersebut. Jumlah perangkat pengguna zoom yang diretas juga tidak sedikit.. Kejadian ini membuat pengguna aplikasi Zoom di Indonesia semakin resah. tidak hanya peretasan perangkat.

Terlepas dari dampak diatas, penggunaan daring merupakan salah satu bentuk cara pemerintah untuk masyarakat agar tetap dirumah saja dalam menghadapi situasi wabah virus corona. sistem daring sendiri dilakukan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas meski di rumah saja. Adanya teknologi daring ini tidak menghambat masyarakat untuk melakukan pekerjaanya di tengah pandemic saat ini. oleh karena, diharapkan masyarakat tetap #dirumahaja agar wabah ini segera berakhir dan aktivitas kembali berjalan normal.

——————- *** ———————

Rate this article!
Tags: