Seribu Konsultan Siap Dampingi KUMKM

Surabaya, Bhirawa
Era baru perdagangan segera tiba dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Di satu sisi hal ini merupakan peluang baru bagi para pelaku Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM). Namun di sisi lain, ini juga bisa menjadi ancaman bila tak disiapkan dengan serius.
Menyadari peluang dan ancaman ini, Kementerian KUMKM segera melakukan tindakan serius. Diantaranya dengan menyiapkan seribu tenaga konsultan yang siap mendampingi pelaku KUMK. Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian KUMKM Braman Setyo mengatakan, era MEA 2015 ini akan menyisahkan sejumlah persoalan bagi pelaku KUMKM yang belum siap naik kelas. Sementara kemampuan pemerintah terbatas dalam menyelesaikan berbagai problem KUMKM.
“Kami sadar kemampuan kami sangat terbatas untuk menyelesaikan setiap persoalan yang akan datang. Karena itulah, kami menyiapkan tenaga konsultan pendamping KUMKM,” tutur dia saat menjadi Narasumber dalam Sarasehan Ekonomi Kerakyatan Nasional.
Bram, sapaan akrab Braman, menjelaskan, seribu konsultan pendamping itu sebelumnya telah dilatih baik di tingkat dasar maupun lanjutan. Secara rinci, 900 konsultan telah mengikuti pelatihan dasar dan 100 lainnya telah mengikuti pelatihan lanjutan. Pelatihan tersebut, lanjut dia, tidak terlepas dari peran-peran perguruan tinggi (PT).
“Kami telah meminta agar PT mendirikan pusat  studi pendampingan untuk mempersiapkan para sarjana pencari kerja menjadi tenaga konsultan pendamping,” ungkap dia. Dengan demikian, selepas kuliah, para sarjana dapat kembali ke desa untuk menjadi konsultan pendamping di daerah masing-masing.
Lebih lanjut Bram menjelaskan, keberadaan konsultan akan memberikan 7 jenis layanan. Diantaranya ialah pelatihan bisnis, konsultasi bisnis, akses pemasaran, akses pembiayaan, business coaching, Networking dan layanan informasi. “Dengan demikian, kita berharap aka nada peningkatan dalam hal produktivitas, nilai tambah, kualitas kerja dan daya saing,” ungkap dia.
Pengembangan jaringan konsultan pendamping ini akan difokuskan untuk membangun kemitraan usaha dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui optimalisasi program kemitraan bina lingkungan BUMN dan Corporate Social Responsibilty (CSR) BUMS. “Diharapkan BUMN dan BUMS memanfaatkan pola pendampingan Konsultan Pendamping KUMKM dalam memberdayakan KUMKM ini,” tutur dia. [tam]

Rate this article!
Tags: