Server PPDB Sempat Ngadat, Dewan Minta Ada Solusi

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi, saat meninjau pelaksanaan PPDB di SMP 20 Malang, Rabu (13/5) lalu. [m taufiq]

Malang, Bhirawa
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Malang sempat ada kendala teknis. Server penampung data siswa ngadat. Maka dewan meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memberikan solusi agar siswa tidak dirugikan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, H Achmad Wanedi, saat melakukan kunjungan ke SMPN di Kota Malang, Rabu (13/5) lalu mengatakan, pihaknya melakukan peninjauan pelaksanaan PPDB di sekolah ini dan menemukan adanya kendala pada server yang sempat ngadat.
“Saya mendengar ada server yang ngadat, makanya saya melihat secara langsung di lokasi agar segera ada solusinya. Karena jika ngadat maka uplouding data siswa pasti terhambat. Dan ini akan merugikan para calon siswa,” tutur Wanedi.
Wanedi berharap, ada solusi pengganti waktu berapa lama komputer ngadat dan memberikan kesempatan kembali kepada calon siswa untuk menguploud datanya. Wanedi menyebut hak calon siswa tidak boleh terabaikan. Jika itu terjadi tentunya akan merugikan calon siswa
“Setelah dapat kabar ada server yang berhenti atau ngadat, saya ke SMPN 20 Malang di Jl R Tumenggung Suryo. Untuk memastikan apakah kabar ini benar, terus solusisnya seperti apa,” tukas Wanedi.
Dalam kunjungannya, Wanedi ditemui Kepala SMPN 20 Malang, Dedi Farid Ifanul I dan Ketua PPDB Suparno. Namun Wanedi merasa lega mendapatkan penjelasan dari dari pihak panitia kalau pelaksanaan PPDB masih lancar. berdasarkan keterangan yang dia dapat memang terjadi kendala saat menginput data calon siswa, pada awal dan hari kedua masa pendaftaran (Senin dan Selasa lalu).
“Server sebagai sarana mendukung kelancaran pendaftaran mengalami ngadat, namun di hari ketiga yaitu Rabu (13/5) lalu. Alhamdulillah, proses menginput data calon siswa berjalan lancar,” terang Wanedi,
Sebagian sekolah ada yang lancar input data dan sebagian lagi kondisi terkendala. Dia melihat apa yang dikeluhkan warga soal server ngadat harus ditindak lanjuti. Dan yang terpenting ada solusi jangan sampai siswa dirugikan. Adanya persoalan ini, menurut Wanedi, pihak Diknas mesti melakukan perpanjangan jadwal pendaftaran.
“Kami meminta perpanjangan masa pendaftaran dua sampai tiga hari,” tukasnya.
Wanedi menegaskan, jangan sampai PPDB tahun ini menimbulkan masalah atau menyisahkan persoalan sekecil apapun. ”Semua persoalan yang ada, Dikbud mesti bisa menyelesaikan dan bisa mengantisipasinya,” tegasnya.
Terpenting kembali calon wali siswa maupun calon siswa yang mendaftar tidak ada yang dirugikan. Semua jalur bisa dilalui tanpa kendala, sesuai fakta dan data yang ada serta tidak ada manipulasi atau rekayasa.
Di tempat terpisah, Sekretaris Dindikbud Kota Malang, Totok Kasianto, menjawab keluhan warga soal kendala di PPDB. Pihaknya akan memperpanjang masa pendaftaran PPDB, untuk mengganti waktu terkendala server yang ngadat. Totok berpesan kepada calon wali siswa yang datang di Dikbud karena mengeluhkan persoalan ini bisa mencatat dan melaporkan kepada panitia PPDB.
“Apa saja yang menjadi kesulitan, supaya bisa ditindaklanjuti dengan pendataan ulang,” tandasnya. [mut]

Tags: