Sesalkan Kendaraan Lebihi Muatan Lolos Jembatan Timbang

0b5f0-2301-2301201303DPRD Jatim, Bhirawa
Truk yang melebihi muatan dan diloloskan saat masuk jembatan timbang  masih sangat banyak.  Praktek ini terungkap saat komisi D yang membidangi pembangunan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jembatan timbang Singosari Malang.
Anggota Komisi D DPRD Jatim, Irwan Setiawan  mengaku komisinya sangat menyesalkan adanya praktek  meloloskan  truk kelebihan kapasitas di jembatan timbang.
Ia menyebut hasil temuan sidak komisi D saat ini yaitu masih banyak menemukan truk yang melebihi kapasitas muatan di beberapa jembatan timbang yang masih belum diatasi oleh pemerintah provinsi Jatim yaitu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim.
“Kami berharap Kadishub dan LLAJ  melakukan kerjasama antara pemerintah Provinsi Jatim dan para pengusaha di Jatim untuk dapat  mengurangi kelebihan muatan pada kendaraan besar di Jatim,” ujarnya saat diklarifikasi lewat telepon genggamnya, Senin (19/5).
Ia menjelaskan, selama ini kecelakaan terjadi karena kendaraan pembawa muatan sering membawa muatan berlebih dan hal tersebut mengakibatkan jalan raya menjadi rusak . Selain factor x lainnya seperti mengantuk dan kelelahan mengemudi juga dapat dikatakan faktor terjadinya kecelakaan.
Bahkan adanya peraturan atau perjanjian fakta integritas yang dicanangkan KPK dan Pemprov Jatim tentang jembatan timbang di Jatim belum bisa menindak tegas tentang kelebihan muatan terhadap kendaraan besar.
“Pakta Integritas di Jembatan timbang ini hanya bisa menghapus praktek pungli saja di jembatan timbang tapi tidak untuk menindak kelebihan muatan pada kendaraan besar yang lewat di jembatan timbang baik oleh pemerintah pusat, Provinsi Jatim dan pengusaha,” paparnya Irwan Setiawan yang juga politisi asal Fraksi Partai PKS Jatim.
Maka setelah melakukan sidak ini, pihak komisi D DPRD Jatim akan berkonsultasi  ke pemerintah pusat atau mengkomunikasikan bagaimana menyelesaikan permasalahan kelebihan muatan untuk kendaraan besar tersebut.
Seperti diketahui, terkait dengan perkembangan jembatan timbang di Jatim sendiri terutama di Singosari ia mengatakan sejauh ini sudah bagus. Diantaranya untuk penindakan tilang mengalami peningkatan sampai 25 persen.
Ia mencontohkan, dimana dulunya, jembatan timbang hanya digunakan sebagai tempat mengontrol kendaraan yang kelebihan muatan. Namun dalam perjalanannya untuk kendaraan yang ketahuan membawa muatan berlebih harus diturunkan dan dibawa oleh kendaraan lain yang tidak bermuatan lebih.
“Cuma peran dan ketegasannya yang masih kurang, buktinya masih ada kendaraan dengan over muatan masih lolos di jalanan,” ujarnya. [cty]

Keterangan Foto : Komisi D DPRD Jatim, Irwan Setiawan

Tags: