Sesuaikan Keahlian, Formasi Tenaga Kontrak di Tata Ulang

Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul saat memimpin apel ratusan tenaga kontrak di halaman depan Gedung Darmoyudo Kota Pasuruan. [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan mulai menata seluruh tenaga kontrak. Mereka akan disesuaikan dengan bidang pekerjaan sesuai dengan spesifikasi keahliannya. Wali Kota Pasuruan, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan total tenaga kontrak dengan kualifikasi berbeda-beda di lingkungan Pemkot Pasuruan berjumlah 691 orang.
“Penataan ini dilakukan supaya tidak akan ada lagi tenaga kontrak yang menduduki posisi yang bukan keahliannya. Sehingga, kerjanya nyaman,” ujar Gus Ipul, Sabtu (15/1).
Menata tenaga kontrak juga sesuai dengan peraturan pemerintah nomer 49 Tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, tenaga kontrak akan mendapatkan tempat baru, linier sesuai jenjang pendidikan dan kompetensi pada saat menjalani pendidikan, baik sekolah, diploma maupun strata di perkuliahan.
“Tenaga kontrak yang mempunyai ijazah sarjana pendidikan, maka harus ditempatkan di sekolah-sekolah lingkungan pendidikan. Begitu juga dengan tenaga kesehatan juga harus berada ke dinas kesehatan atau rumah sakit. Penataan ini agar tenaga kontrak dapat diberi kesempatan untuk mendaftar sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK),” urai Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan tahun lalu, sudah dilakukan fit and proper test untuk menjadi PPPK. Ada sejumlah orang juga sudah mendaftar untuk menjadi PPPK. Terdapat 107 kursi PPPK-non guru dengan rincian 36 lowongan dokter, 6 tenaga medis dan 42 posisi lainnya.
Adapun PPPK guru berkesempatan untuk bisa mengulang kembali apabila tidak lulus tes PPPK guru. Namun, bagi calon PPPK non guru yang tidak lolos, nantinya akan menjadi perhatian dan pekerjaan rumah bagi Pemkot Pasuruan.
Tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Pasuruan, mayoritas memiliki gelar sarjana S-1, namun ada pula tenaga kontrak yang berijazah D3 berjumlah 265 orang. Bahkan masih ada yang berijazah terakhir pendidikan sekolah dasar sebanyak 20 orang dengan masa bakti lebih dari 10 tahun.
Gus Ipul juga memastikan penataan tenaga kontrak dilakukan untuk efektifitas dan penyesuaian bidang keahlian. “Jangan merasa disingkirkan tapi disesuaikan. Memang terkadang mengajak kita keluar dari zona nyaman,” papar Gus Ipul. [hil]

Tags: