Shinta Nuriyah Road Show ke Bondowoso-Tuban

Ny.Hj. Shinta Nuriyah Wahid sat foto bersama Bupati Tuban. H. Fathul Huda seusai acara sahur bersama di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban. (Khoirul Huda)

Ny.Hj. Shinta Nuriyah Wahid sat foto bersama Bupati Tuban. H. Fathul Huda seusai acara sahur bersama di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban. (Khoirul Huda)

Tuban, Bhirawa
Meski tidak lagi menjadi first lady, Ny Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid tetap mendekat kepada masyarakat. Terutama pada Bulan Ramadan. Istri Gus Dur itu melakukan road show atau kunjungan ke beberapa kabupaten dan kota, termasuk singgah di Bondowoso. Ia melakukan dialog dengan ibu-ibu dan warga Bondowoso di Pendopo Bupati, kemarin.
Sore itu, ratusan ibu-ibu memadati lantai pendopo bupati. Banyak pula para remaja puteri dan santriwati yang duduk lesehan di pendopo. Maklum, kedatangan Ny Shinta Nuriyah ke Bondowoso melakukan safari Ramadan sangat ditunggu oleh masyarakat Bondowoso. Mereka ingin mendengarkan tausiyah mantan istri presiden RI ke 4 itu.
Dalam wejangannya kepada masyarakat Bondowoso itu, Ny Shinta Nuriyah fokus tentang pentingnya menjaga pluralisme. Sebab, keanekaragaam suku, budaya, bahkan agama atau keyakinan itu sudah suratan arau takdir Ilahi.”Oleh sebab itu, kita wajib menjaga pluralisme yang ada di negeri ini,” katanya.
Bahkan saat Gus Dur menjadi presiden RI ke-4, kata Shinta, memberikan pengakuan terhadap keyakinan masyarakat Tiong Hua yakni Khong Hu Cu sebagai agama. Itu menandakan pemerintah sangat peduli dengan pluralisme. “Saat ini, saya menilai pluralisme berjalan dengan sangat baik. Dan, itu wajib untuk dijaga agar pluralisme membawa kedamaian dan kerukunan,” tuturnya.
Shinta mengimbau semua pemeluk agama dan keyakinan di Indonesia untuk saling menghormati dan saling menghargai sebagai sesama. “Apalagi, soal keyakinan itu urusan orang atau manusia dengan sang Khalik. Jadi sebagai sesama maka harus saling menghormati,” ujarnya.
Ibu kandung Yenny Wahid itu menuturkan kedatangannya ke Bondowoso dan kabupaten serta kota lain itu bertujuan untuk saling silaturahmi, berdialog dan merekatkan hubungan.”Setiap Ramadan, saya selalu melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Saat ini saya di Bondowoso, besok saat sahur, saya akan berada di Ledokombo Jember,” katanya. Sebelumnya, Ny Shinta beserta rombongan berada di Jombang, Tuban, Gresik, Surabaya dan beberapa kota lainnya. “Saya sangat senang bisa berkomunikasi dengan masyarakat luas di Jawa Timur ini,” katanya.
Tak pelak kedatangan Shinta Nuriyah yang akrab dengan masyarakat kecil , membuat masyarakat yang hadir di acara itu, saling berebut  untuk melakukan selfie (foto diri dengan smartphone). Namun, Shinta Nuriyah tetap melayani permintaan warga untuk berfoto ria. “Saya sedang makan kok di foto. Tetapi tidak apalah, monggo difoto,” katanya.
Selain itu, kepada warga Shinta menekankan pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga. Sebab, lingkungan rumah adalah hal paling mendasar.”Jangan sampai ada kasus angeline (pembunuhan di Bali red),” katanya. Itu cermin dari kerapuhan sebuah rumah tangga. “Jangankan ibu angkat, ada kasus ibu kandung yang menganiaya kelima anaknya di Bogor,” katanya.
Selain itu, Ny Shinta Nuriyah berpesan kepada para orang tua untuk selalu menjaga anak-anaknya. “Jangan sampai menelantarkan anaknya,” katanya.
Sementara itu Bupati Amin Said Husni mengaku sangat bangga karena dikunjungi oleh Istri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang juga gurunya tersebut apalagi dalam kesempatan tersebut beliau juga memberihan arahan yang baik untuk Indonesia ke depan.
Sahur di Klenteng
Sementara itu, Shinta melakukan sahur besama Sabtu malam (11/7) dengan umat Islam di Bumi wali Tuban. Uniknya dalam acara sahur bersama tersebut selain dipusatkan di tempat Ibadah Tri Darma dalam hal ini Klenteng Kwan Sing Bio, juga mengandeng semua umat lintas agama.
Dalam acara sahur bersama yang dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas agama dalam acara yang dikemas ‘sahur bersama bu Shinta on the road’ ini juga dihadiri oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda. “Semua umat gusdurian ada ada di sini, baik yang muslim maupun non muslim untuk sahur bersama menghargai saudara muslim yang sedang menjalankan ibadah puas,” kata Gunawan Putra Wirawan Ketua Harian TITD Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.
Dalam sambutan ketua TITD Klanteng Kwansing Bio Tuban Gunawan Putra Wirawan mengungkapkan kekaguman atas sikap plurasil serta humanis Gus Dur semasa hidupnya, yang bisa merangkul semua kalangan tanpa membedakan suku, agama dan hingga saat ini hal diteruskan para Gus Durian. “Kami ingi menunjukan pada publik di luar Indonesia, akan indahnya kerukunan umat beragama, menghormati satu sama lain,” terang Gunawan.
Sementara dalam sambutan Bupati Tuban H. Fathul Huda menyampaikan, kekaguman terhadap gus dur, yang menjadi inspirasinya selama ini, utamanya sebelum menjadi dan sesudah menjabat sebagai Presiden RI yang selalu singgah di keduiaman orang nomor wahid ini.
“Gus Dur, adalah guru saya yang secara tidak langsung mengajarkan semua tentang kehidupan, utamanya tentang toleransia antar umat beragama. Selaku Bupati pun kami tidak membeda-bedakan saat memberikan bantuan tempat ibadah, baik masjid, gereja maupun klenteng sama-sama mendapat bantuan dengan nominal yang sama,” terang Bupati Tuban. [har,hud]

Tags: