Siaga Bencana, Pemkab Lamongan dan Tim Gabungan Tingkatkan Koordinasi

Proses simulasi penanganan bencana yang dilakukan pasukan gabungan BPBD,Polres dan TNI Kodim 0812 Lamongan.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan,Bhirawa
Bupati Lamongan Fadeli bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf. Sidik Wiyono, memastikan telah menyiapkan skenario penanggulangan bencana yag potensinya meningkat selama musim hujan.

Kesiapan skenario tanggap bencana ini ditandai dengan gelaran simulasi pada ,Rabu(26/11) sore kemarin. Apel yang dilanjutkan dengan simulasi tersebut digelar dengan tujuan untuk melihat bagaimana kesiapan tim tanggap bencana Lamongan dalam penanganan dan penanggulangan bencana.

Juga merupakan bentuk sinergitas antara Pemkab Lamongan bersama TNI dan Polri, serta tim BPBD Lamongan dalam peningkatan koordinasi.

“Sebagaimana yang kita ketahui wilayah Lamongan ini rawan terhadap bencana banjir. Maka dari itu perlu kita lakukan simulasi langsung ke tempat-tempat rawan tersebut untuk memudahkan penanganan sewaktu-waktu jika terjadi bencana,” ungkap Fadeli,Kamis (26/11).

Sementara itu dari hasil pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Lamongan diketahui terdapat 76 desa yang rawan terdampak banjir, seiring dengan meningkatnya intensitas hujan.

Kepala BPBD Lamongan, Mugito menyebutkan, 76 desa yang rawan banjir tersebut tersebar di 9 kecamatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

“Memang yang paling rawan banjir adalah wilayah yang dilalui sungai Bengawan Solo di kiri kanannya, sama yang berposisi pada kawasan Bengawan Jero. Kalau total desanya kurang lebih 76 desa di 9 Kecamatan. Mulai dari Babat sampai Kecamatan Glagah,” kata Mugito, Kamis(26/11).

Selain banjir, kata Mugito, bencana lain yang rawan terjadi ketika musim penghujan di Lamongan adalah tanah longsor dan angin puting beliung, yang merupakan dampak dari fenomena Lanina.

“Selain banjir ancaman bencana lain yang juga bisa terjadi di Lamongan, adalah tanah longsor baik disepanjang sungai Bengawan Solo maupun daerah perbukitan seperti di Lamongan bagian utara dan selatan. Sedangkan untuk angin puting beliung ini bisa terjadi di wilayah dataran tinggi,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama TNI, Polri serta instansi terkait melakukan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat terkait penanggulangan bencana.

“Selain simulasi ini, BPBD dan dinas terkait juga sudah bergerak, seperti Dinas Pengairan melakukan normalisasi sungai, pembersihan saluran irigasi dan sebagainya, termasuk teman-teman dari Dinas Perkim, terutama di kawasan kota. Agar nanti sewaktu waktu prediksi BMKG benar terjadi, air bisa bergerak dengan sangat lancar,” ucap Mugito.

Bupati Lamongan Fadeli berharap berbagai persiapan yang dilakukan tersebut dapat meminimalisir dampak bencana alam, mulai dari banjir luapan Bengawan Solo, tanah longsor hingga puting beliung. “Semoga semuanya bisa tertangani dengan baik,” kata Fadeli. [Aha.yit]

Tags: