Siap-siap, Pemerintah Naikkan Harga Elpiji Melon Mulai Februari

Pemerintah tengah mengkaji kenaikan harga elpiji 3 kg dan diharapkan Februari nanti sudah ada keputusan.  Migrasi pengguna elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg pasca kenaikan harga elpiji 12 kg beberapa waktu lalu menjadi salah satu  alasan kenaikan harga elpiji melon dalam  waktu dekat.

Pemerintah tengah mengkaji kenaikan harga elpiji 3 kg dan diharapkan Februari nanti sudah ada keputusan. Migrasi pengguna elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg pasca kenaikan harga elpiji 12 kg beberapa waktu lalu menjadi salah satu alasan kenaikan harga elpiji melon dalam waktu dekat.

Jakarta, Bhirawa
Permintaan PT Pertamina (Persero) agar pemerintah menambah margin biaya distribusi gas elpiji 3 kg disikapi dengan serius oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu alternatif yang sedang dikaji pemerintah untuk menutupi kerugian biaya distribusi elpiji melon adalah dengan menaikkan harga jual dan diharapkan Februari sudah ada keputusan.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan pemerintah tengah menghitung kenaikan harga jual elpiji 3 kg yang ideal.
Menurutnya, pilihannya antara menaikkan harga jual elpiji sebesar Rp 1.000 per kg ke masyarakat atau menutupinya dengan pengalihan subsidi yang diambil dari pengurangan subsidi BBM dan listrik. “Kedua opsi ini masih digali agar pemerintah tidak menambah beban masyarakat. Tapi agen dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) juga tidak boleh rugi karena kalau terus rugi mereka lama-lama bisa bangkrut. Mudah-mudahan Februari nanti sudah ada keputusan ,” terang Wiratmadja di Jakarta Convention Centre, Selasa (27/1).
Dia menerangkan, adanya kajian terhadap opsi tadi berangkat dari usulan Pertamina yang ingin pemerintah merevisi formula margin distribusi dari penjualan gas bertabung hijau tersebut. Usulan Pertamina tersebut juga didasarkan pada laju inflasi yang diklaim menambah biaya oprasional.
“Selain Pertamina, distributor dan SPBE mengalami kenaikan beban operasional. Jadi mereka mengajukan usuluan dan kita sedang evaluasi,” ujarnya.
Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan kenaikan harga ini juga dimaksudkan agar perbedaan harga gas melon dengan elpiji 12 kg tidak terlalu tinggi. Saat ini, perbedaan harga gas 3 kg dan 12 kg yang begitu besar telah memicu migrasi konsumsi besar-besaran ke gas subsidi.
Bambang mengatakan, jika usulan diterima, bakal ada margin hingga 2 persen dari penjualan gas elpiji 3 kg. Margin juga akan berlaku ke penyalur gas elpiji dari perusahaan minyak pelat merah ini.
Sebelumnya Vice President LPG dan Gas Product Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto meminta pemerintah segera menyesuaikan formulasi keuntungan baru bagi perseroan. Pasalnya, formula penentuan margin distribusi yang diamanatkan ke Pertamina sudah dipakai sejak 2009.
Sebagai catatan, saat ini pemerintah masih menyubsidi penjualan gas elpiji 3 kg. Tahun lalu, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 pemerintah menganggarkan besaran subsidi gas melon tersebut mencapai Rp 55,1 triliun. [ira,wwn]

Tags: