Siapkan Ekosistem Jaringan Telekomunikasi, IKN Siap Jadi Kota Smart City Global

“Populasi penduduk di Kalimatan khususnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan tumbuh dan terus meningkat pastinya, sehingga menyebabkan kepadatan pendiuduk, akibatnya tantangan dalam penglolaan kota pun semakin banyak. Untuk megimbangi pertumbuhan penduduk tersebut, dibutuhkan akan keberlanjutan lingkungan serta sosial dan ekonomi yang ditingkatkan, sehingga perintergrasian teknologi dalam konsep kota pintar (smart city) yang dianggap menjadi salah satu solusi yang diperlukan,” terang Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Wahyu Kuncoro,S.T.,M.Med.Kom.

Oleh:
Achmad Tauriq Imani
Harian Bhirawa

implementasi kota pintar pastinya memiliki tantangan dan peluang yang harus dihadapi. Smart city juga bukan hanya mengenai teknologi tetapi upaya-upaya inovatif dalam merubah ekosistem kota. Untuk itu dibutuhkan peran pemerintah dalam memberikan kepastian hukum, tidak memberikan pajak yang memberatkan dan mendorong terwujudnya masyarakat menggunakan cashless.

“Smart city merupakan upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat. Namun, hadl itu juga perlu didukung oleh infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Untuk itu dbutuhkan dukungan dan peran serta provider telekomunikasi untuk turut menciptakan kota yang berbasis smart city melalui internet cepat khususnya di IKN,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Wahyu konsep smart city juga perlu diterapkan di IKN, karena bertujuan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat. Oleh karena itu kota cerdas harus didukung oleh semua pihak, baik dari kalangan masyarakat maupun dari kalangan pemerintah.

“Dengan penerapan smart city memungkinkan pengelolaan yang lebih optimal. Efisiensi dalam pengelolaan pemerintah sekaligus inventarisasi aset daerah semakin mudah untuk dilakukan. Selain itu, sistem yang mengikat smart city juga bersifat fleksibel. Bahkan Smart City mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan kota. Melalui platform digital dan partisipasi warga, penduduk dapat berkontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan publik, memperkuat keterlibatan masyarakat dan meningkatkan rasa memiliki terhadap kota,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan kesepakatan kerja sama antara Otorita Ibu Kota Nusantara dengan sejumlah perusahaan raksasa teknologi di Silicon Valley ini, Cisco, Autodesk dan ESRI.

Deputi Teknologi Hijau dan digital OIKN, Ali Berawi mengungkapkan kerja sama ini dalam rangka mewujudkan IKN sebagai smart city. Ia mencontohkan kerja sama dengan Cisco yang bisa menjadikan gedung-gedung di IKN nanti punya sistem digital dari sisi pengolahan data dan keamanan terpadu.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono yang turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka mengatakan pembangunan IKN jadi smart city sudah jelas arahnya dan bagian dari transformasi yang saat ini sedang dilakukan di Indonesia. “Salah satu transformasinya adalah membangun ibu kota baru yang harus kita bayangkan di 2045 sebagai sebuah keberlanjutan. Kita harus melompat jadi kota cerdas. Hampir semua kota besar di dunia sudah menerapkan konsep smart city,” katanya.

Juru Bicara Otorita IKN, Juru Bicara Otorita IKN, memaparkan bahwa apa yang dilakukan adalah tranformasi. Bukan hanya membangun kota, tapi transformasi peradaban baru agar Indonesia di 2045 jadi bangsa yang lebih kuat dan Sejahtera.

“Bukan hanya dengan perusahaan-perusahaan dari AS, IKN juga menjalin kerja sama dengan perusahaan dari sejumlah negara besar lainnya. “Semua infrastruktur sedang kami siapkan. Dalam pembangunan IKN, kolaborasi banyak pihak mutlak diperlukan, termasuk para perusahaan raksasa teknologi di pusat teknologi dunia, Silicon Valley ini,” tandas Deputi Transformasi Hijau dan Digital Prof. Ali Berawi,

Sementara itu, peran dari provider/operator telekomunikasi yang ada di Indonesia ini langsung bergerak cepat dalam memperkuat maupun menyiapkan ekosistem jaringan telekomunikasi yang bisa terintegrasi dengan jaringan luar negeri.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, konsisten terus mengambil peran terdepan dalam mendukung kegiatan di tanah air di kawasan ibu kota negara (IKN) Kalimantan Timur. Telkomsel telah memastikan kesiapan infrastruktur guna menjaga kenyamanan akses komunikasi bagi pengguna Telkomsel yang hadir, dengan kapabilitas cakupan jaringan broadband terdepan.

Telkomsel telah melakukan optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan BTS broadband di kawasan IKN, termasuk mengoperasikan 4 Compact Mobile BTS (COMBAT) guna mengantisipasi potensi lonjakan trafik komunikasi yang tinggi di sejumlah area, seperti di kawasan titik nol IKN.

Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Balikpapan, Fajar Surya Bhawana mengungkapkan sejak diumumkan pada tahun 2019 lalu, Provinsi Kalimantan Timur yang akan dijadikan Pemerintah Indonesia sebagai lokasi baru Ibukota Republik Indonesia. Telkomsel terus mendukung pemerintah, dimana hingga kini telah menggelar lebih dari 9.100 unit BTS di Kalimantan Timur. Di seluruh wilayah Kalimantan, Telkomsel telah menggelar sekira 30.150 unit BTS, dengan lebih dari 19.900 di antaranya merupakan BTS broadband baik pada jaringan 4G maupun 5G.

Hingga kuartal ketiga tahun 2023 ini, Telkomsel telah membangun lebih dari 2.100 BTS 4G baru di Kalimantan, disamping hadirnya BTS USO dan Merah Putih untuk mendukung masyarakat masyarakat dalam mengakses layanan data (internet) pada wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) di Kalimantan.

“Kami berharap dukungan Telkomsel untuk menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan di IKN ini dapat memberikan kenyamanan akses jaringan dan layanan broadband Telkomsel yang digunakan. Proses pembangunan IKN di Kalimantan Timur ini semoga terus mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang adil dan merata, komitmen komi untuk terus #BukaSemuaPeluang dan kesempatan yang lebih luas untuk mendukung hal tersebut melalui jaringan dan layanan yang Telkomsel hadirkan,” kata Fajar.

XL Pastikan Kesiapan Infrastruktur
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) yang memperkuat infrastruktur internet cepat di IKN dengan menempatkan empat unit Mobile BTS 4G, yang ditempatkan di area proyek pembangunan Istana Kepresidenan, Istana Wakil Presiden dan di sekitar mess pekerja. Jaringan XL Axiata di IKN nanti akan terkoneksi dengan jaringan utama se-Kalimantan, yang juga terkoneksi dengan jaringan internasional yang saat ini sudah tersambung via SKKL Batam – Sarawak – Entikong.

“Sejak pemerintah resmi menetapkan calon IKN di Kalimantan Timur, XL Axiata secara bertahap terus menyiapkan pembangunan infrastruktur dan ekosistem jaringan di sekitar wilayah IKN. Suatu kebanggaan bagi kami bisa mendukung pembangunan calon ibu kota Indonesia yang baru ini yang merupakan mega proyek tersebut. Jaringan XL Axiata di IKN nanti akan terkoneksi dengan jaringan utama se-Kalimantan, yang juga terkoneksi dengan jaringan internasional yang saat ini sudah tersambung via SKKL Batam – Sarawak – Entikong.” papar Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa.

Menurut Darmayusa, XL Axiata berkomitmen kuat untuk turut mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dukungan tersebut mulai terimplementasi dengan pembangunan infrastruktur jaringan internet cepat di sekitar wilayah bakal ibu kota negara yang baru tersebut. Saat ini, XL Axiata berfokus menyediakan infrastruktur jaringan di area pembangunan proyek untuk memastikan seluruh pihak yang saat ini bertugas di sana dapat berkomunikasi secara lancar menggunakan jaringan data dari XL Axiata. Selain itu, pembangunan di area IKN yang semakin masif di berbagai bidang akan sangat membutuhkan layanan telekomunikasi dan internet yang berkualitas. Apalagi, pemerintah juga semakin intens menggandeng investor untuk ikut ambil bagian membangun IKN.

XLABS Implementasikan Program Smart City
Semenmtara itu melalui XL Axiata Business Solutions (XLABS), XL Axiata menawarkan pemanfaatan teknologi 5G untuk pembangunan smart city di Indonesia khususnya di IKN. Dengan 5G, implementasi program smart city dapat lebih diakselerasi sehingga akan sangat membantu pemerintah daerah.

Chief Enterprise Business Officer XL Axiata, Feby Sallyanto menjelaskan adapun keunggulan 5G akan mampu secara maksimal mendukung perangkat penunjang utama solusi digital terutama Internet of Things (IoT), Big Data, Artificial Intelligence (AI), Komputasi Awan serta Edge Computing guna menciptakan solusi digital yang dibutuhkan pemerintah daerah.

“Sektor pemerintahan merupakan salah satu fokus XL Axiata Business Solutions tahun ini, dimana kami ingin membantu pemerintah daerah untuk menciptakan kota cerdas melalui solusi dan teknologi yang kami miliki sebagai penyedia layanan ICT terintegrasi yang dapat diandalkan. Kami terbuka untuk berdiskusi dengan rekan-rekan di pemerintah daerah terkait apa saja kebutuhan mereka atas solusi digital. Kami siap membantu dalam membangun dan menerapkan solusi-solusi menuju kota cerdas dengan teknologi IoT didukung oleh jaringan 5G,” tuturnya.

Menurut Feby, teknologi 5G yang dimiliki XL Axiata, akan menyentuh berbagai segmen dan aspek untuk percepatan penerapan solusi kota cerdas secara signifikan. Keunggulan yang 5G hadirkan terutama berupa kecepatan transfer data hingga 20Gbps, tingkat latensi yang rendah hingga 1ms, peningkatan kapasitas pengguna hingga satu juta active connections per kilometer persegi dan carrier-grade security.

“Dengan keunggulan teknis tersebut 5G akan mampu secara maksimal mendukung perangkat penunjang utama solusi digital terutama untuk teknologi Internet of Things (IoT), Big Data, Artificial Intelligence (AI), Virtual/Augmented Reality (VR/AR), Streaming, serta Cloud Computing. Solusi digital tersebut bisa diterapkan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah di berbagai aspek. Misalnya untuk mendukung layanan publik, dengan penerapan teknologi data terkait berbagai persoalan di lapangan yang sangat banyak bisa diolah secara akurat dan real-time. Solusi ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam memutuskan suatu kebijakan secara cepat dan tepat,” tandasnya.

Seiring dengan tujuan untuk menjadikan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkualitas, XLABS menghadirkan solusi digital melalui teknologi IoT yang mampu memenuhi kebutuhan pemerintah daerah untuk memaksimalkan kinerja di sektor-sektor seperti digital signage, penanggulangan banjir, pemeliharaan fasilitas publik, optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pemantauan lalu lintas menggunakan CCTV dimana seluruh solusi tersebut terintegrasi dalam satu dashboard.

Jaringan dan layanan XL Axiata di Kalimantan
XL Axiata terus memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan data di seluruh wilayah Kalimantan, di lima provinsi, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan (customer experience). Langkah strategis ini perlu dilakukan mengingat permintaan masyarakat Kalimantan atas layanan data dari XL Axiata yang terus meningkat, di mana dalam setahun, trafik XL Axiata di seluruh Kalimantan meningkat hingga 39 persen. Selama setahun terakhir , XL Axiata juga telah menambah jumlah BTS 4G sebanyak lebih dari 1.000 BTS atau meningkat sebesar 10 persen YoY di seluruh Kalimantan termasuk di dalamnya penambahan kapasitas jaringan.

Dengan adanya perluasan tersebut, jaringan data berkualitas XL Axiata kini telah menjangkau hampir 2.000 desa/kelurahan, 472 kecamatan di 55 kota/kabupaten yang tersebar di lima provinsi, atau lebih dari 98 persen populasi Kalimantan. Jaringan XL Axiata di seluruh Kalimantan ini didukung oleh total lebih dari 9.000 BTS termasuk lebih dari 70 persen BTS 4G LTE. Infrastruktur jaringan ini juga didukung kabel serat optik antardaerah. Selain itu, XL Axiata juga terus mengimplementasikan program 3G shutdown yang diiringi dengan proses re-farming dari jaringan 3G ke jaringan 4G.

XL Axiata juga melakukan proses fiberisasi jaringan di seluruh Kalimantan, hingga saat ini sudah lebih dari 45 persen BTS terfiberisasi. Hal ini merupakan bagian dari upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS dengan jalur fiber. Proyek fiberisasi diterapkan di seluruh BTS XL Axiata termasuk yang berada di Kalimantan. Fiberisasi dilakukan sekaligus untuk meregenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber. Fiberisasi juga merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan ekosistem dan jaringan 5G.

Hingga saat ini, XL Axiata memiliki lebih dari 15.000 kilometer jalur fiber optik di seluruh Kalimantan. Jaringan ini menjadi tumpuan bagi jaringan infrastruktur XL Axiata yang menjangkau seluruh provinsi, serta menghubungkannya dengan pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sulawesi. ***

Tags: