Siapkan Latihan Skala Nasional, SMKN 2 Surabaya Targetkan Lolos LKS

Pelaksanaan LKS di SMKN 2 Surabaya berjalan cukup ketat untuk bidang lomba Automobil Technology. Para peserta harus memahami SOP dan tugas yang diberikan. Tak hanya itu mereka juga harus menguasai kecepatan agar bisa lolos di LKS Wilker 1 dan tingkat Provinsi.

Siswa Harus Kuasai Kecepatan, Knowledge dan SOP
Surabaya, Bhirawa
Hari kedua Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Wilayah Kerja (Wilker) 1 berjalan cukup ketat. Seperti terlihat di SMKN 2 Surabaya, para peserta di bidang lomba Automobil Technology harus menuntaskan lima jenis tugas dengan waktu maksimal satu jam pada setiap tugasnya.
Menurut Penanggung jawab LKS Automobil Teknologi, Mulyono, LKS diadakan untuk mendapatkan bibit siswa unggul yang nantinya akan diikutsertakan dalam LKS di tingkat provinsi dan nasional. Dalam bidang lomba ini diikuti 39 siswa kelas XII yang berasal dari Surabaya, Madura, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.
“Dalam lomba ini, satu siswa harus menyelesaikan lima jenis tugas. Mulai dari tune up injeksi, electrical, break system, sistem transmisi otomatis dan mesin 1NR,” urainya, Selasa (2/3).
Dikatakan Mulyono, juri dalam LKS kali ini berbeda dibanding tahun lalu. Pasalnya, kali ini juri memiliki ketelitian dan kriteria standar nilai yang tinggi. Bahkan mendekati LKS tingkat nasional.
“Jadi yang dinilai mulai dari kecepatan, SOP dan knowledge. Dalam waktu satu jam harus selesai satu jenis tugasnya,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Program Otomotif SMKN 2 Surabaya ini.
Setidaknya lima jenis mobil disediakan untuk LKS Automobil Teknologi ini, satu mobil digunakan untuk satu jenis tugas. Tiga peserta dengan nilai tugas tertinggi atau maksimal point 5000 per pos bidang lomba akan dipilih untuk mewakili di tingkat Jatim.
“Siswa kami ada satu yang ikut bidang lomba ini, dan persiapannya dilakukan selama dua bulan dengan mengikuti berbagai latihan event nasional. Jadi tingkat kesulitan yang kami ajarkan lebih kompleks,” katanya
Mulyono menilai, dengan latihan event tingkat nasional akan memberikan pengalaman pada siswa karena persoalan yang diberikan cukup kompleks. Selain itu, langkah ini juga menjadi target lolos hingga LKS tingkat nasional.
Perwakilan LKS dari SMKN 2 Surabaya, Afla Hervian Aditya Bil Ma’ruf mengungkapkan, LKS yang diikutinya kali ini hampir sama dengan yang dipelajari untuk persiapan lomba.
“Kebetulan waktu persiapan lomba memang beda dengan pelajaran. Karena pelajaran saja tentang mesin, sekarang lomba ditambahi listrik. Jadi untungnya sudah latihan,” tandasnya. [ina]

Tags: