Siapkan Reward untuk Golput Terendah dan TPS Unik

Kecamatan Bumiaji dan PPK Bumiaji gelar sayembara untuk tekan golput dan memberi semangat kepada penyelenggara pemilu. [nas/bhirawa]

Kecamatan Bumiaji dan PPK Bumiaji gelar sayembara untuk tekan golput dan memberi semangat kepada penyelenggara pemilu. [nas/bhirawa]

Kota Batu, Bhirawa
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Bumiaji berkesempatan untuk membawa pulang uang jutaan rupiah dalam pemilihan legislatif (Pileg) kemarin (9/4). Hal ini bisa dilakukan jika mereka mampu/bisa meningkatkan partisipasi pemilih dalam pileg tersebut. Langkah ini sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Camat Bumiaji, Hari Santoso dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Bumiaji untuk menekan angka golput.
“Kecamatan Bumiaji dan PPK Kecamatan Bumiaji siap memberikan reward kepada KPPS yang mampu menekan angka golput. Hal itu ditunjukkan dengan jumlah golput yang sedikit dan tingkat kehadiran tertinggi,” ujar Camat Bumiaji, Hari Santoso, Rabu (9/4).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menggelar sayembara, barang siapa yang bisa meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS dan mampu menekan angka golput, disiapkan hadiah jutaan rupiah. Hadiahnya pun cukup menggiurkan karena mereka bisa membawa pulang uang jutaan rupiah. Hanya saja, sayembara ini hanya bisa diikuti oleh KPPS yang ada di Kecamatan Bumiaji.
Kecamatan Bumiaji dan PPK menetapkan batas juara atas sayembara ini, yakni harus di atas 85 persen tingkat kehadiran pemilih ke TPS. KPPS yang mampu meraih angka tertinggi bisa mendapatkan hadiah pertama sebesar Rp 2 juta. Sedangkan untuk hadiah kedua mendapatkan dana sebesar Rp 1,7 juta dan juara ketiga mendapatkan hadiah Rp 1,3 juta.
Di samping hadiah tersebut, PPK Bumiaji juga menggelar lomba untuk TPS terunik, TPS yang paling unik dilihat dari penataan TPS atau pun pakaian yang dipergunakannya bisa memperebutkan juara 1 hingga 3.
Juara 3 TPS unik akan dihadiahi oleh PPK sebesar Rp 200 ribu, juara dua mendapatkan hadian sebesar Rp 300 ribu dan juara 1 mendapatkan hadiah sebesar Rp 500 ribu. “Sayembara ini adalah salah satu cara kita untuk memberikan semangat kepada petugas KPPS dan untuk menekan angka golput,”tambah Arif Erwinadi, anggota PPK Kecamatan Bumiaji.
Dijelaskan pula oleh Hari Santoso, dengan langkah yang diambil ia optimis pelaksanaan pileg di Kecamatan Bumiaji berlangsung dengan tertib dan tingkat partisipasi warga tinggi. Lebih lanjut ia menerangkan jumlah pemilih di Kecamatan Bumiaji sebanyak 43.623 pemilih dengan rincian 21849 pemilih laki-laki dan 21774 pemilih perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 127 TPS.  Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan pemenang dari sayembara tekan angka golput dan TPS unik ini.
Pijat Pemilih
Cara lain untuk menarik pemilih adalah dengan menyediakan jasa pramupijat.  Pemandangan itu yang terlihat di TPS No 8, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Masyarakat di desa itu begitu antusias untuk melaksanakan pesta demokrasi ini, hingga dengan sukarela mereka memberikan bantuan demi kelancaran pelaksanaan pemungutan suara.
Titin Supriyatin, pemilik Panti Pijat Putri Jaya Mojorejo mengatakan beberapa saat sebelum pelaksaaan pemungutan suara pihaknya dihubungi oleh KPPS yang meminta ijin menggunakan halaman parkir tempat usahanya untuk dipergunakan sebagai TPS. Tidak hanya itu, ia juga mengerahkan 4 pegawainya yang tidak pulang kampung untuk menjadi penerima tamu.
“Kita bisanya memberikan tempat dan membantu mengarahkan warga yang akan melaksanakan kewajibannya mencoblos, itu cara kita membantu kesuksesan pelaksanaan pileg ini,” ujar Titin, Rabu (9/4).
Diketahui, dalam pengelolaan panti pijetnya, Titin mempunyai 7 pegawai. Dari 4 orang berasal dari luar kota, 3 orang berasal dari Kota Batu. Ia memberikan kebebasan kepada pegawainya untuk pulang kampung. Tiga orang pegawainya yang berasal dari Kota Batu memilih pulang, karena mencoblos di TPS-nya. Sementara 4 pegawainya memilih tetap di tempat pekerjaannya membantu menjadi penerima tamu di TPS. “Kita tidak rugi meski menutup tempat usaha, karena memang hari ini kita liburkan,” papar Titin.
Sementara, Ketua KPPS TPS, Didik Iswantono mengatakan, pihaknya berupaya melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi. Untuk menarik perhatian masyarakat agar berbondong-bondong datang ke Tps.  “Ya agak ribet sebenarnya, tapi tetap nyaman berpakaian seperti ini, yang penting bisa menarik perhatian warga agar mau berbondong-bondong datang ke TPS,” ujar Didik.
Seluruh petugas KPPS menggunakan pakaian wayang orang seperti buto hingga hanoman. “Kita memanfaatkan pakaian kelompok seni wayang orang yang bernama Sasono Krido Taruno, yang ada di desa kita, jadi tidak sewa,” kata Didik.
Di TPS-nya terdapat 340 pemilih ditambah dengan 9 pemilih dari luar kota yang membawa form A5. Mereka merupakan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Budha yang berasal dari Lombok, Banyuwangi, serta beberapa kota di Jawa Timur. (nas]

Tags: