Sidoarjo Mendapat Malu Bila Rakyatnya Kelaparan dan Tak Sekolah

Dr Achmad Rubai M.Si

Sidoarjo, Bhirawa
Dr Achmad Rubai M.Si mempunyai tanggung jawab besar untuk memenangkan Paslon yang diusung PAN di Jatim. Itu setelah dirinya ditunjuk sebagai kordinator pemenangan DPW PAN di Pilkada Jatim.

Tugas maha berat ini menjadi angin segar bagi politisi kelahiran Sampang untuk mengembalikan melalui Pilkada Pamor PAN yang sempat merosot dalam pilleg 2019.

Terlebih lagi mantan anggota DPR RI ini disebut bakal menggantikan posisi Masfuk sebagai ketua DPW PAN Jatim.

Tercatat PAN mengusung 16 Paslon di Jatim diantaranya kota Surabaya, Sidoarjo, Sumenep, Trenggalek, Lamongan, Jember, Kab blitar, kab kediri, ponorogo, Ngawi, Tuban. Kab Mojokerto. Namun sayangnya dari sekian banyak Paslon yang diusung, tidak satupun kader murni PAN yang menjadi Paslon.

Berikut ini perbincangan wartawan Bhirawa, Hadi Suyitno dengan Achmad Rubai (AR) tokoh yang merangkap 3 profesi. Sebagai politisi, pengacara dan dosen.

Bhir : Dari sekian banyak Pilkada Jatim kenapa tidak ada satupun kader murni PAN yang diusung?

AR : PAN dalam koridor memperjuangkan kader murni PAN di seluruh daerah. Namun PAN tidak akan memaksakan diri. Bila dirasakan ada figur lebih baik maka figur itu yang didorong. Tidak peduli dia kader partai atau bukan orang partai. Dari daerah sendiri atau di luar sendiri. Selama dia lebih berkualitas dan berkelas akan diusung.

Bhir : Maksudnya ?

AR : Misalnya begini. Saya mengambil contoh Pilkada Sidoarjo. Paslon yang diusung adalah Kelana Aprilianto dan dwi Astutik yang diketahui bukan kader PAN.

Keduanya memang bukan asli warga Sidoarjo dan bukan kader partai. PAN tidak mau terjebak politik identitas. Sejauh kader itu mumpuni, santun, manajemen pemerintahahnya bagus dan paling penting punya semangat untuk menang akan didorong PAN.

Bhir : Bukankah PAN Sidoarjo punya kader murni yang handal ?

AR : Memang PAN punya kader yang layak untuk memimpin sebuah pemerintahan. Ada Emir Firdaus, Haris, Adhi Samsetyo. Malah Haris sudah menebar gambar di sudut jalan. Tetapi PAN harus punya kalkulasi lain yang harus dipertimbangkan.

Karena ada yang lebih berkelas, PAN akhirnya memilih Kelana. Prinsip PAN mengusung Paslon bukan untuk menggugurkan kewajiban. Tetapi betul betul mencari figur yang berinovasi.

Bhir : Apa komitmen terhadap PAN bila paslon nya menang ?

AR : PAN tidak menagih janji pribadi untuk kepentingan PAN. PAN hanya menitipkan visi misi ke Paslon untuk membangun Sidoarjo. Tentu sebelumnya visi itu sudah disepakati bersama.

Perlu diingat bahwa Sidoarjo salah satu penyanggah provinsi Jatim. Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Gresik mempunyai pertumbuhan ekonomi yang besar di Jatim.

Kontribusi 5 daerah bagi pendapatan Pemprov Jatim paling tinggi. Makanya PAN berjuang keras memenangkan jago-jagonya di lima daerah. Namun tidak berarti daerah lain diabaikan. PAN akan memobilisasi kekuatannya untuk kemenangan di Pilkada serentak ini.

Bhir : apakah PAN nanti ikut mengawasi jalannya pemerintahan yang kepala daerahnya diusung PAN?

AR : Pasti. PAN akan memastikan mengawasi dan memberikan dukungan parlemen untuk membantu kepala daerah yang benar-benar mensejahterahkan rakyatnya. Tapi konteks pengawasan terhadap kepala daerah disesuaikan dengan visi PAN tadi.

Di Sidoarjo ini terdapat 2,7 juta jiwa. PAN harus memastikan bahwa tidak ada rakyat yang kelaparan atau tidak sekolah karena tidak punya uang. Dinsos dan Disdik harus men sweeping warganya yang tidak mampu.

Jangan sampai bupati tidak tahu ada rakyat kelaparan dan tidak sekolah. Sidoarjo akan malu bila ditemukan rakyatnya kelaparan dan tidak sekolah. Sebagai kabupaten dengan APBD yang hampir Rp 6 triliun keterlaluan bila rakyatnya tidak bisa makan atau tidak sekolah.

Aspek pemerataan harus berjalan. Ciptakan masyarakat sejahtera dengan kehadiran pemerintah di situ. Aspek perijinan usaha juga dipermudah.

Bhir : Apakah Paslon yang diusung PAN punya kelebihan manajemen pemerintahan yang baik?

AR : Kelana dan Dwi Astutik punya kemampuan yang sesuai dengan harapan PAN. Saya melihat Paslon ini mampu memyeleaaikan visi dan misi yang ditampilan PAN.

Namun partai harus ikut mengawasi dalam kapasitas memberi masukan. Mengingatkan Paslon terpilih nanti menjalankan visi yang sudah disepakati dengan PAN. Kalau tidak ingat akan diingatkan dan akan terus diingankan agar kepala daerah nanti berjalan on the track.

Bhir : bagaimana masukan PAN terhadap penanganan gelandanan ?

AR : Pemkab harus proaktif terhadap orang yang minta-minta di jalan. Biasanya gelandangan, janda miskin, anak jalanan tidak ditangani dengan baik.

Mereka adalah warga negara yang perlu mendapat perhatian. Ditempatkan mereka dalam sebuah bangunan gedung yang layak. Jangan di panti jompo atau kantor dinas sosial. Mereka harus diambil dan diurus.
Begitu pula remaja yang suka ngopi dan berkeliaran harus diajak masuk langgar mulai jam 17.00-19.00.

Bhir : bagaimana pesan Anda terhadap pemberantasan korupsi apabila Paslon PAN menang ?

AR : Kepala daerah nanti hendaknya tidak trauma dengan kasus-kasus korupsi yang dihadapi beberapa bupati di Jatim. Termasuk yang terjadi di Sidoarjo.

Caranya keputusan APBD yang sudah disrpakati bersama eksekutif dan legislatif untuk dijalankan. Justru akan menjadi masalah bila Perda APBD tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Hindari hal yang bersifat pribadi atau kesepakatan yang di luar aturan main. [hds]

Tags: