Sigit Crueng: Delta Art Space Sidoarjo, Wadah Seniman Perupa

Sidoarjo, Bhirawa
Sidoarjo kini mulai melirik dunia seni. Delta Art Space Sidoarjo menjadi jawaban kota yang “miskin” akan kesenian. Galeri seni baru ini terletak di belakang Matahari Mall Sidoarjo di Jalan Gajahmada.
Gebrakan Delta Art Space Sidoarjo menggelar debut pertama sebagai ruang pamer dengan Pameran Seni Rupa bertajuk “Nandur”.
Pameran yang berisikan karya-karya perupa dari Sidoarjo ini dibuka mulai 27 November hingga 4 Desember 2019. Mengusung tema Nandur yang dalam bahasa Jawa mempunyai arti menanam.
Ketua Panitia pameran dan penanggung jawab galeri, Sigit Crueng menjelaskan jika dalam konteks pameran Nandur tersebut yaitu menanam dengan menciptakan ruang komunal bagi para seniman, baik pemula maupun profesional.
Harapannya, kata Sigit, apabila kini memulai menanam dan mulai bergerak melalui Delta Art Space Sidoarjo, maka kelak akan memanen hasilnya. “Sehingga kedepan bisa menjadi semangat agar bermunculan lagi ruang-ruang seni baru di Sidoarjo,” katanya.
Sigit yang juga seorang pelukis dan arsitek ini menjelaskan bahwa Delta Art Sidoarjo ini untuk mengedukasi dan menyajikan karya para seniman pemula maupun kalangan profesional.
Utamanya bagi seniman Sidoarjo, dan juga tidak menutup bagi seniman luar Sidoarjo. “Galeri seni ini menjadi motivasi baru dan optimisme untuk menyambut persaingan Ekonomi Kreatif indonesia bahwa Sidoarjo telah siap,” pungkas Sigit Crueng.
Pameran Seni Rupa “Nandur” hadir dalam serangkaian acara Delta Creative Festival 2019 (Decfest 2019) yang diinisiasi oleh Sidoarjo Creative (Sirive), yaitu jaringan pekerja kreatif terbesar di Sidoarjo. Delta Art Space Sidoarjo sendiri juga mucul atas sumbangsih dan kerja keras para seniman Sidoarjo dan Sidoarjo Creative, serta didukung oleh pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Pameran Seni Rupa “Nandur” dihadiri dan dibuka langsung oleh Joko Supriadi, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo. Sebanyak 16 perupa yang berdomisili di Sidoarjo turut menjadi peserta pameran, diantaranya Sentot Usdek, Anggi Heru, Syska La Veggie, Sahroni Ponco, Sigit Crueng, S. Hardiman, Yoes Wibowo, Juniarto DN, Anang Prahara, Agustinus Angkoso, Maria Novita, Tholee, Yanu Irwan, Dien Kuda, Paulina dan Cholis. Beragam karakter lukisan dan media yang digunakan siap diparesiasi oleh masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya. (geh.ach)

Tags: