Sindikat Penipuan Penerimaan Jadi Anggota Polisi Dibekuk

Kapolres Situbondo AKBP Hadi Utomo bersama Kasat Reskrim AKP Riyanto menunjukkan BB dan tersangka pelaku penipuan yang bermodus menjadikan korban seorang anggota polisi. [sawawi/bhirawa].

Kapolres Situbondo AKBP Hadi Utomo bersama Kasat Reskrim AKP Riyanto menunjukkan BB dan tersangka pelaku penipuan yang bermodus menjadikan korban seorang anggota polisi. [sawawi/bhirawa].

Situbondo,Bhirawa
Jajaran Polres Situbondo akhirnya menangkap Syaiful Mashuri, pelaku penipuan bermodus menjanjikan korbannya menjadi anggota Polisi kemarin. Aksi Syaiful ini berhasil meraup keuntungan hingga mencapai ratusan juta rupiah. Pria berusia 35 tahun ini ditangkap Polisi di rumahnya Kelurahaan Mimbaan, Kecamatan Panji, karena beberapa kali mangkir  panggilan polisi. Tersangka saat diamankan tidak melakukan perlawanan dan segera digiring ke Mapolres Situbondo guna menjalani pemeriksaan.
Selain menangkap Syaiful, polisi juga ikut menyita satu pucuk senjata api jenis air softgun serta 4 butir peluru tajam caliber 9 mm. Senjata api ini ditemukan polisi saat melakukan pengeledahan di rumahnya.
Data yang diterima Bhirawa menyebutkan, ada tiga orang korban Syaiful Mashuri yang telah melapor ke polisi. “Dua orang korbannya yang dijanjikan anaknya masuk menjadi anggota polisi yaitu Abdul Latif, warga Curahjeru, Kecamatan Panji dan Azizi, warga Situbondo,” ujar salah satu saksi kemarin.
Meski kedua korban ini mengaku telah menyerahkan uang pelicin kepada Syaiful, namun anaknya tetap gagal menjadi anggota Polisi. Abdul Latif misalnya sudah menyerahkan uang sebesar 22,2 juta rupiah. Sedangkan Azizi tertipu sebesar 87 juta rupiah.
Sedangkan satu korbannya lagi adalah seorang PNS bernama Ariyadi, warga Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, kab Situbondo. Kepada polisi Syaiful mengaku dapat menyelesaikan perkara korban di Polda. Sama seperti kedua korban sebelumnya, meski korban telah menyerahkan uang sebesar 7 juta rupiah, namun perkaranya  di polisi masih tetap berlanjut.
Kapolres Situbondo, AKBP Hadi Utomo, menduga masih ada korban lain tersangka yang belum melapor. Oleh karena itu, Kapolres meminta warga yang merasa menjadi korban penipuan segera melaporkan ke polisi. “Guna untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka  akan dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 378 KUHP tentang penipuan serta UU Darurat atas kepemilikan senjata api dan peluru tajam tanpa ijin,” papar Kapolres. [awi]

Tags: