Sisa Apel Granny Smith dan Gala Segera Dimusnahkan

Tim gabungan dari Dinas  Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) bersama Dinas Kesehatan Bojonegoro melalukan operasi pasar di sejumlah toko buah di wilayah Kota Bojonegoro, Kamis (29/1).

Tim gabungan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) bersama Dinas Kesehatan Bojonegoro melalukan operasi pasar di sejumlah toko buah di wilayah Kota Bojonegoro, Kamis (29/1).

Kota Batu, Bhirawa
Pemkot Batu memberikan jaminan bahwa apel yang beredar di pasaran Kota Batu sudah terbebas dari apel impor berbakteri. Jaminan ini diberikan setelah Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan sidak di tempat-tempat penjualan buah dan gudang tempat pengepakan buah impor.
Kepala Diskoperindag Samsul Bakri mengatakan   telah membentuk tim yang terdiri 12 orang untuk melakukan pemeriksaan terhadap apel yang dijual di pasaran. Dari pemeriksaan itu ditemukan apel jenis Granny Smith dan Gala yang diimport dari Amerika Serikat. Apel ini terindikasi telah terkontaminasi oleh bakteri Listeria Monocytogenes.
“Apel jenis ini kita temukan di Batos (Batu Town Square,red). Namun saat ini apel-apel itu sudah ditarik dari peredaran, dan tidak diperjualbelikan lagi. Kita sudah berkordinasi dengan pihak manajemen Batos agar segera memusnahkan apel-apel tersebut,”ujar Samsul Bakri, Kamis (29/1).
Apel Granny Smith dan Gala yang ditemukan di Batos ini jumlahnya tidak terlalu banyak. Dari pengakuan manajemen Batos, apel tersebut merupakan sisa penjualan bulan lalu atau Desember 2014. Adapun pada Januari ini, pengiriman apel tersebut sudah tidak ada lagi atau dihentikan. “Di Batos, apel jenis Granny Smith ada sekitar 40 kg, sedangkan jenis Gala ada sekitar 100 kg,”tambah Samsul.
Selain di Batos, pemeriksaan atau sidak juga dilakukan di sejumlah supermarket lain di Batu. Yaitu, Alfa mart, Indomaret, Pasar Besar Batu hingga pedagang yang berdagang di pinggir jalan juga tak luput dari pemeriksaan. Bahkan, petugas juga mendatangi gudang milik suplier buah impor yang ada di Jl Imam Bonjol Kota Batu.
Gudang ini digunakan sebagai tempat pengepakan buah impor sebelum disalurkan ke toko dan swalayan. Selain apel, buah jenis lain seperti pear, jeruk, sawo, dll ada di tempat ini. Buah-buahan tersebut didatangkan suplier dari Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat hingga Italia.
Pemilik gudang buah impor, Tina Prayogo mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mendatangkan dan mengedarkan apel jenis Granny Smith dan Gala di Kota Batu. Selama ini ia hanya mendatangkan buah dari Tiongkok, Italia, dan Australia. Ada juga apel dari Amerika, tetapi tidak berasal dari daerah Bidart Bros, California.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan pertambangan (Disperindagtam) Sampang juga melakukan razia ke sejumlah toko penjual buah dan masih menemukan apel Granny Smith dan Gala asal California, Amerika Serikat. Instansi ini juga meminta kepada pemilik toko agar tidak menjual kedua jenis apel tersebut kepada masyarakat.
“Kita meminta kepada pemilik toko agar kedua apel tersebut tidak dijual ke masyarakat sambil menunggu instruksi Kementerian Perdagangan selanjutnya,” ujar Kepala seksi (Kasi) Pengadaan dan Penyaluran Disperindagtam Sampang Busar kemarin.
Dia melanjutkan, pemilik toko tersebut  berjanji tidak menjual kedua jenis apel yang dilarang pemerintah. “Dalam beberapa hari ke depan, kita akan datangi kembali secara rutin. Bila masih menemukan pemilik toko menjual apel yang dilarang, kita akan kenakan UU Perlindungan Konsumen,” ungkapnya.
Pemkab Bojonegoro melalui Disperindag dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat juga melakukan operasi pasar di sejumlah pasar maupun toko buah di wilayah Kota Bojonegoro.  Kepala Disperindag Basuki mengatakan Listeria Monocytogenes  yang terkandung dalam kedua jenis apel impor itu adalah suatu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.   “Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri itu dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare,” jelasnya.
Disampaikan Basuki, sidak ini dilakukan untuk melindungi penjual maupun pembeli. Selain untuk mencegah penyebaran bakteri dari buah yang dikonsumsi warga, pihaknya menginstruksikan untuk penjual agar tak menjual kedua jenis apel impor dari Amerika.  “Dari beberapa toko yang sudah dikunjungi, kita baru menemukan satu dari dua jenis apel yang diduga mengandung bakteri. Apel Granny Smith yang kita temukan langsung kita amankan,” jelasnya.
Tak hanya mengamankan jenis apel yang dianggap mengandung bakteri, tim sidak  juga mengambil beberapa sampel apel impor walaupun tak masuk dalam jenis apel yang menjadi target inspeksi ini. Beberapa jenis apel yang diambil sampelnya adalah Royal Gala dari Perancis dan Apel Fuji dari jepang.
Kadis Perindagkoptamben Nganjuk Heni Rochtanti mengaku sudah mengetahui apel impor asal Amerika yang mengandung bakteri .  Namun pihaknya belum bisa turun ke lapangan segera, karena Tim Pengawas Makanan dan Minuman Impor (TPM2I) masih diajukan ke Bupati Nganjuk. Tim tersebut harus mendapatkan persetujuan dari kepala daerah karena melibatkan dinas terkait antara lain,  Dinas kesehatan, Dinas Pertanian, Satpol PP. “Kami khawatir jika tim turun tanpa ada payung hukum akan menyalahi aturan. Rencananya paling lambat Jumat (hari ini) kami akan turun ke pasar dan toko buah di Nganjuk,” jelasnya.  [nas,sup,lis,bas,ris]

Tags: