Sisir 17 Supermarket, Petugas Temukan Mamin Kedaluwarsa

5-sidak Mamin-kar-2Kota Mojokerto, Bhirawa
Petugas Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan BP POM menggelar razia makanan dan minuman. Sebanyak 17 supermarket dan swalayan se Kota Mojokerto menjadi sasaran razia yang digelar menjelang lebaran itu.
”Dari 17 swalayan dan supermarket yang dirazia di sembilan tempat, petugas menemukan produk tak layak termasuk kedaluarsa,” kata Ch Indah Wahyu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto ditemui usai razia.
Ironisnya, produk yang kedaluarsa itu adalah permen yang justru banyak diminati anak-anak. Menurut Indah, pemilik supermrket nanti bakal dipanggil dan diberi pembinaan. Dan kalau sampai tiga kali terus ditemukan seperti ini, akan diberi teguran hingga sanksi.
”Teguran perlu dilakukan untukĀ  melindungi konsumen. Selama Ramadan dan Lebaran konsumsi semua produk makanan dan minuman meningkat. Makanya perlu kewaspadaan ekstra agar makanan dan minuman yang dikonsumsi benar-benar berkualitas baik,” tuturnya.
Pada setiap tempat yang didatangi, petugas juga meminta agar dibukakan satu parcel. Rata-rata, produk yang dibungkus dalam kemasan parcel adalah yang terbaik. Hanya saja untuk produk kue kering perlu dicermati. ”Tadi dalam kemasan parcel sempat ditemukan kue kering yang tak dilengkapi keterangan produksi,” kata Kusmulyati, Kasi Farmakmin Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.
Termasuk isi bersih, alamat pembuat dan tanggal pembuatan serta tanggal kedaluarsa. Padahal pada setiap produk harus dilengkapi tanggal pembuatan dan kedaluarsa, alamat produksi dan izin produksi. Petugas swalayan itu sendiri beralasan bahwa produk kue itu adalah titipan. Maklum, seiring meningkatnya permintaan kue kering jelang Lebaran, banyak industri rumah tangga yang membuat dan menitipkannya di swalayan maupun supermarket. ”Nanti produsennya akan kita panggil melalui swalayan yang dititipi. Pihak swalayan harus lebih selektif dalam menerima barang titipan,” paparnya.
Selain itu, dalam razia yang dilakukan gabungan Dinkes, Polresta, Satpol PP Disperindag, Biro Kesra dan BPOM Jatim itu petugas juga banyak menemukan produk kemasan kaleng yang penyok. Baik itu untuk produk susu maupun saus. ”Kemasan penyok harus ditarik,” ujarnya.
Pasalnya, hal itu dikhawatirkan juga menyebabkan isi dalam kaleng rusak atau terkontaminasi. Apalagi, banyak swalayan dan supermarket yang menerapkan kebijakan bahwa pelanggan yang memegang kemasan penyok diharuskan membeli lantaran dituduh menjatuhkan barang itu.
Pada razia itu, petugas juga menemukan produk dengan izin produksi tak sesuai. Ada produk yang dalam kode izinnya tertulis kacang-kacangan namun isinya permen gula-gula berbahan sirsat. Ada pula produk teh dengan kode PIRT yang mestinya berisi makanan namun berisi obat tradisional. ”Kalau mencantumkan khasiat seperti ini seharusnya tak menggunakan PIRT, tapi menggunakan TR karena ini masuk obat tradisional,” kata Kusmulyati. [kar]

Keterangan Foto : Ch Indah Wahyu Kadinkes Kota Mojokerto (tengah) menunjukkan hasilĀ  razia mamin dari sejumlah swalayan dan supermarket. [kariyadi/bhirawa]

Tags: