Sistem Tanggung Renteng SBW, Dapat Perhatian Tokoh Koperasi Internasional

Kota Malang, Bhiraww
Mantan Direktur Regional Asia Pasifik pada International Co-operative Alliance Robby Tulus, terkesan dengan sistem tanggung renten Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang.
Karena itu akhir pekan kemarin, dia berkunjung ke SBW dan diterima langsung oleh Ketua Umum Koperasi SBW Dr. Sri Untari Bisowarno MAP. Sistem tanggung renteng yang dianut Koperasi SBW, menurut Robby Tulus, memberikan kesan tersendiri.
“Tentu saya sangat terkesan. Saya kira ini pertumbuhan yang diilhami Bu Safril Iyas, yang punya regenerasi sangat kuat dan sedemikian banyak hingga saat ini dengan sistem tanggung renteng yang masih asli dan sejati,” tandas Robby Tulus.
Ia pun mengatakan alasan kesan positifnya pada Koperasi SBW. Yakni tidak hanya menjalankan sistem koperasi pada umumnya seperti simpan pinjam. Melainkan juga dapet mengembangkan usaha dengan sistem pemasaran dan konsumsi yang baik.
Salah satunya Koperasi SBW memiliki sebuah toko serba ada. Yang menimbulkan kepercayaan besar bagi anggota.
“Ini juga mengapa sistem kepemimpinan di koperasi ini begitu kuat dan solid sebagai lembaga,” papar Tulus.
Tidak hanya itu saja Tulus memberikan rencana yang bisa diterapkan SBW beberapa tahun kedepan. Yakni menjalankan sistem Multi-Service. Dengan ditopang sistem digitalisasi. Dengan cara ini diyakini koperasi dapat berkembang lebih baik.
Ketua Umum Koperasi SBW Dr. Sri Untari Bisowarno yang menyambut sendiri kunjungan Tulus, menegaskan SBW sudah lama menjalankan sistem layanan multi-service. Karena tidak hanya simpan pinjam saja, Koperasi SBW melayani banyak kegiatan lainnya.
“Bimbingan, pembinaan anggota, lalu penghargaan pada anggota juga anak anggota kami lakukan rutin. Ini semua dari dan untuk anggota,” tegasnya.
Selain itu layanan yang diberikan kepada anggota koperasi sudah sangat komplit, mulai dari lahir hingga keperluan saat meninggal dunia.”Bahkan kebutuhan rohani seperti Umroh atau perjalan wisata relegi juga kita siapkan,”tukasnya.
Kedatangan Tulus ini pun juga digunakan Untari sebagai kesempatan menyampaikan konsennya pada sistem Badan Hukum sebuah Koperasi di Indonesia. Keduanya sempat membahas bagaimana perbedaan koperasi di negara lain.
Di Indonesia, koperasi selama ini ekisistensinya hanya berdasarkan Undang-Undang Dasar juga Keputusan Presiden (Keppres).
Kunjungan ini juga memberikan wacana bahwa Koperasi SBW dapat menjadi pilot project pelaksanaan sistem koperasi dengan bergandeng aplikasi teknologi. Artinya seluruh layanan koperasi bisa diakses melalui sistem digital.
“Kami SBW selalu siap dengan hal baru dan akan terus maju berinovasi,” pungkasnya. [mut]

Tags: