Siswa SD Dukung Pelestarian Bumi

Malang, Bhirawa
Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Malang, melakukan gerakan mendukung program peduli bumi. Dukungan itu dituangkan dengan cara melukis bersama di atas kain sepanduk sepanjang 100 meter di Hall Malang Town Square (Matos), Senin (24/3) kemarin. Gambar yang dituangkan para siswa ini berhubungan dengan pesan-pesan untuk menjaga kelestarian alam atau ‘Save Our Planet’.
Acara yang dikemas dalam bentuk kegiatan melukis bersama itu, didukung oleh Malang Towen Squre (Matos), serta sejumlah komunitas peduli lingkungan, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan beberapa perguruan tinggi lainnya.
Listya Rahayu Sasmita, Marketing Communication Matos, mengutarakan¬† program ini perduli Bumi untuk siswa ini, diharapkan para siswa bisa menuangkan kreativitasnya sekaligus melatih kepedulian pada bumi sejak dini. “Kita berharap para siswa memiliki keperdulian terhadap lingkungan, makanya mereka didatangkan di Matos,” ujar Listya Rahayu.
Pihaknya lebih jauh, mengungkapkan, acara yang merupakan rangkaian program Earth Hour ini sengaja digelar di mall sebagai salah satu ruang publik masyarakat, dengan harapan mampu memberikan edukasi pada masyarakat, bahwa mall juga perduli lingkungan hidup. “Matos merupakan¬† tempat publik, jadi kami berharap program ini bisa efektif untuk mengajak masyarakat perduli pada bumi, atau lingkungan,” tuturnya.
Ia menambahkan, selain melukis bersama bagi siswa SD, program Earth Hour ini akan berlangsung hingga tanggal 29 Maret 2014 mendatang. Acara yang digelar  seperti pagelaran kesenian tradisional, perkusi, serta flash mob.
Puncak acaranya adalah berupa pemadaman listrik di sejumlah ruang publik yang ada di Kota Malang, termasuk halaman depan Matos atau 20 persen dari konsumsi listrik harian. Sayangnya Sasmita tidak bisa menyebutkan total keseluruhan konsumsi listrik harian Matos. “Untuk Matos, pemadamannya digelar pukul 19.30-20.30 WIB,” tandasnya.
Sementara itu dalam rangka ikut menyukseskan peringatan hari bumi, sejumlah Mall di Malang berencana mereduksi penggunaan listrik demi penghematan energi. Suwanto, Manajer Operasional Matos mengatakan, dari total penggunaan energi listrik, 60 persennya berasal dari penggunaan mesin pendingin atau chiller. Di Matos sendiri menggunakan dua mesin pendingin. “Kita akan melakukan penggantian mesin pendingin dengan kebutuhan daya yang lebih rendah. Sehingga bisa melakukan penghematan,” ujar Suwanto.
Selain pergantian mesin pendingin dan eskalator, Matos juga bakal melakukan penggantian lampu. Jika selama ini lampu yang digunakan membutuhkan tenaga 36 volt ampere, nantinya akan diganti yang dayanya sebesar 14 VA. “Saat ini kami sudah uji coba di lantai 1, ke depan untuk lantai dua dan tiga akan diganti juga. Nilai investasi penggantian lampu membutuhkan dana sekitar Rp2 Miliar,” papar Suwanto. [mut]

Rate this article!
Tags: