Siswa SD hingga SMP di Tulungagung Belum Boleh PTM

Maryoto Birowo

Tulungagung, Bhirawa
Kendati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, sudah memperbolehkan daerah yang dikategorikan sebagai zona hijau dan kuning dari penyebaran Covid 19 menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tetapi Kabupaten Tulungagung masih membatasi para siswa untuk belajar di kelas secara langsung.
Menurut Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Kamis (5/11), hanya siswa tingkat SMA di Kabupaten Tulungagung yang sudah diperbolehkan untuk melakukan PTM. Itu pun dengan syarat harus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan ketat dan dibatasi jumlah siswanya.
“Untuk siswa SD dan SMP saat ini belum boleh PTM. Usia mereka masih sangat rentan (terpapar virus Covid 19),” ujarnya.
Namun, lanjut Bupati Birowo, tidak menutup kemungkinan siswa SD dan SMP juga dapat melakukan PTM jika laju pertambahan warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid 19 semakin rendah atau mencapai zero (nol). ”Ya mudah – mudahan saja. Kita berdoa dengan tingkat kesembuhan pasien Covid 19 di Tulungagung yang semakin tinggi harapannya juga diikuti penurunan yang terkonfirmasi positif,” paparnya.
Soal adanya beberapa daerah zona kuning atau bahkan zona oranye yang sudah memberlakukan PTM pada siswa SD atau SMP, Bupati Maryoto tetap kukuh jika siswa SD dan SMP di Tulungagung saat ini belum boleh menggelar PTM. Padahal, Kabupaten Tulungagung juga sudah relatif lama menyandang kategori warna kuning dalam penyebaran Covid 19.
“Jangan sampai menimbulkan klaster baru dengan adanya siswa SD dan SMP belajar tatap muka. Kami sebagai penanggungjawab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tulungagung sudah berkonsultasi baik dengan pemerintah pusat maupun provinsi,” tuturnya.
Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Penddikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono. Ia menyatakan untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Tulungagung belum diperbolehkan untuk PTM.
“Tulungagung belum akan melakukan PTM. Biarlah aman dulu dari virus Covid-19,” katanya.
Bahkan, sebelumnya, Haryo Dewanto memastikan sampai akhir tahun 2020 ini, siswa SD maupun siswa SMP masih belum bisa melakukan PTM. Ia menilai PTM bagi siswa SD dan SMP masih terlalu berisiko.
“Kami pastikan sampai akhir tahun ini belum ada kebijakan untuk tatap muka di sekolah, karena masih terlalu berisiko untuk anak – anak,” tandasnya. [wed]

Tags: