Siswa SDN Resongo IV Kuripan Belajar di Musala

Siswa SDN Resongo 4 belajar di tempat parkir. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Puluhan siswa SDN Resongo IV, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, harus belajar di luar kelas. Itu, lantaran kondisi gedung sekolah nyaris ambruk. Atap plafon sudah banyak yang ambrol.
Bahkan, kondisi genting gedung itu bergelombang. Diduga, penyebabnya karena usia gedung yang sudah tua. Sehingga kayu utama yang menopang atap bangunan rapuh. Ditambah, intensitas hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir membuat kondisi kayu makin rapuh.
Akibatnya, posisi genting gedung sekolah itu bergelombang. Bahkan, satu dari tiga ruangan yang ada diperkirakan bisa ambruk sewaktu – waktu. Yaitu, ruangan tengah. Sebab, kayu penahan genting dan asbes sudah lapuk di ruangan itu.
Camat Kuripan Saniwar yang mendapat laporan dari warganya langsung meninjau lokasi Kamis (6/2). Perjalanan menuju ke lokasi tidak mudah. Sebab, lokasi SDN Resongo IV berada di pinggiran, dengan akses jalan yang sulit. Tepatnya di perbatasan tiga kecamatan yaitu, Kuripan, Bantaran, dan Wonomerto. ”Ya, memang lokasinya lumayan jauh. Akses jalannya juga sulit,” kata Saniwar, Minggu (9/2).
Mantan Camat Sumber ini menjelaskan, kondisi gedung SDN Resongo IV memang sudah tak layak digunakan. Bahkan, dirinya waswas dan takut saat mengecek ke dalam ruang kelas. Di ruangan kelas, atap plafon bangunan banyak yang ambrol. Belum lagi genting bangunan sudah bergelombang.
Salah satunya karena kayu utama penopang bangunan sudah banyak yang dimakan rayap dan rapuh. Tapi, saya tidak tahu pasti bangunan itu tahun berapa,” katanya.
Dengan kondisi bangunan yang nyaris ambruk, siswa pun dipindah keluar kelas. Mereka melangsungkan aktivitas belajar mengajar dengan memanfaatkan ruang parkir dan musala di SDN itu. Kebetulan, jumlah siswa di SDN tidak terlalu banyak. Mencapai 47 siswa, mulai kelas I sampai kelas VI.
Siswa yang belajar di tempat parkiran itu kelas I dan II. Sedangkan lainnya, belajar di dalam musalah,” ungkapnya.
Sugito, Kepala SDN Resongo IV mengungkapkan, dirinya mendapat amanah merangkap Kepala SDN Resongo IV, awal tahun 2019. Saat itu, kondisi bangunan sudah rapuh. Akhirnya, awal tahun 2019, pihaknya mengajukan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo untuk direhab. Dan informasinya, tahun ini sekolah itu akan direhab.
“Bangunan itu ada tiga ruangan yang digunakan proses belajar mengajar kelas I sampai kelas VI. Satu ruangan difungsikan tempat belajar untuk dua kelas. Karena kondisi atap bangunan mengkhawatirkan, jadi diputuskan untuk belajar di luar ruang kelas saja,” paparnya.
Menurutnya, siswa sebenarnya mulai belajar di luar kelas sejak tahun 2019. Namun, saat itu tak setiap hari siswa belajar di luar kelas. Kadang belajar di kelas, dalam kondisi tertentu belajar di luar kelas.
Namun, memasuki tahun 2020, kondisi gedung sekolah kian rusak. Dikhawatirkan, sewaktu-waktu gedung sekolah bisa ambruk. Karena itu, sejak tahun ini, semua siswa belajar penuh di luar kelas. ”Kelas I dan II belajar di parkiran. Sementara kelas III sampai kelas VI, belajar di musala,” tambah Sugito. [wap]

Tags: