Siswa SMAN 2 Diajak Wujudkan Trenggalek Jadi Kota Lebih Hijau

Trenggalek, Bhirawa
Untuk menjadikan Trenggalek yang lebih hijau menjadi salah satu rencana pembangunan jangka menengah di Trenggalek. Hal itu juga merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan Trenggalek sebagai sustainable city di tahun 2030.
“Saya ingin mengajak para siswa mewujudkan mimpi Kabupaten Trenggalek bersama,” ucap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menghadiri Dies Natalis ke-36 SMA Negeri 2 Trenggalek, Sabtu (20/3).
Mennurut Bupati, dimana tiga pilar pembangunan yang ingin didorong selain ekonomi, kemudian Sumber Daya Manusia, yang ketiga pembangunan yang berkelanjutan. Makanya sangat membanggakan ketika SMAN 2 ini mendapatkan Sekolah Adiwiyata. Ke depan Trenggalek harus memiliki satu sirkular ekonomi yang disebut dengan emas hijau. Salah satunya adalah produksi mulai hulu hingga ke hilir bersumber dari komoditas bambu.
Bambu merupakan salah satu tanaman yang paling efektif dalam menyerap karbon. Selain itu bambu juga sangat baik dalam menyimpan cadangan air. Yang tentu sangat bagus untuk Trenggalek yang butuh banyak daerah resapan air agar memiliki cadangan air di musim kemarau, serta menanggulangi banjir saat penghujan dan mencegah longsor.
“Selain itu kita tahu bambu juga bisa menjadi sumber pangan, sumber sandang, saat ini sudah ada teknologi yang bisa merubah serat bambu menjadi bahan garment yang ramah lingkungan, kemudian ketiga menjadi sumber papan,” tutur Bupati Nur Arifin.
Harapannya, mempunyai 100 desa wisata selama tiga tahun, arsitektur dari tempat-tempat di desa wisata didorong berartistik bambu, sehingga kearifan lokalnya lebih terasa. Bambu juga bisa menjadi sumber energi, seperti digunakan untuk cofiring pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan. Terkait hal itu, Pemkab Trenggalek akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) bagi seluruh ASN maupun para siswa sekolah untuk berdonasi satu bibit pohon bambu setiap tahun.
“Nanti kalau ada SE atau Peraturan Bupati (Perbup) tentang kompensasi jejak karbon dengan melakukan donasi bambu atau pohon, saya mohon untuk nanti didukung,” harap Bupati Nur Arifin.
Kemudian di SMA direplikasi, setiap anak yang naik kelas harus menanam satu pohon dan lain sebagainya, itu diharapkan juga ada kebijakan dari internal sekolah. [wek]

Tags: