Siswa SMPN 2 Tanggulangin Evakuasi Bangku Buat Belajar

Para siswa semangat mengevakuasi bangku agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Akibat tergenang beberapa hari terakhir dan belum surut. Siswa SMPN 1 Tanggulangin Sidoarjo mengevakuasi bangku secara beramai – ramai untuk mencari tempat aman dari rendaman air. Mereka terpaksa belajar di masjid sekolah, ruang Perpustakaan dan ruang keterampilan, agar aktivitas belajar mengajar tetap lancar seperti semula.
Para siswa harus berangkat ke sekolah tanpa menggunakan sepatu, hanya memakai sandal japit dan menenteng sepatunya yang dimasukkan kedalam tas plastik. Saat memberikan salam kepada para gurunya di depan pintu pagar masuk sekolah pun tidak memperdulikan air yang masih menggenangi sekolahnya. Mereka tetap semangat berjabat tangan dengan para guru.
Menurut Kepala SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo, Al Hadi, Senin (27/1) kemarin, banjir kali ini musibah terparah yang dialami SMPN 2 Tanggulangin dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Kini semua halaman dan belasan ruang sekolah tergenang air setinggi 30 Cm hingga 40 Cm sejak sepekan terakhir tanpa ada tanda – tanda akan surut.
Melihat kondisi ini, pihak sekolah mengevakuasi bersama – sama murid dan gurunya, seluruh bangku ruang kelas IX ke tempat yang lebih tinggi yaitu di Ruang Perpustaan dan keterampilan. Sedangkan untuk proses belajar mengajar bagi siswa kelas IXA hingga IXG. ”Pihak sekolah telah memindahkan ke sejumlah tempat diantaranya di dalam masjid sekolah, ruang perpustakaan, ruang keterampilan hingga ke ruang sebelah barat masjid,” katanya.
Al Hadi juga menjelaskan, kalau yang terdampak genangan air banjir ini mulai dari kelas 9 A hingga 9G, berjumlah 242 siswa, “Sedangkan untuk kelas VII dan kelas VIII masih terbilang aman karena posisi dalam kelas masih tidak tergenangi air, sehingga masih dapat dipergunakan. Selain VII ruang kelas IX yang tidak bisa dipergunakan, ruang sekolah seperti ruang UKS, BK, olah raga, OSIS, Koperasi dan kantin juga ikut terendam banjir mulai hari Kamis lalu,” katanya.
Sementara itu, para siswa yang ikut evakuasi bangku mengaku, pemindahan kelas di sejumlah tempat dirasa kurang nyaman, karena kondisi yang belum terbiasa. Meskipun demikian, mereka tetap giat belajar walaupun menggunakan sandal dalam beberapa hari terakhir, karena genangan air yang hingga kini belum surut. [ach]

Tags: