Siswi SMAN 3 Sidoarjo Jadi Wirausaha Muda

Nindya Ayu melihat kondisi rak-rak tempat donut yang telah dibukanya. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Bermula dari iseng, ikut orang tuanya yang mempunyai hobi memasak, kini sudah menjadi kebanggan. Itulah Nindya Ayu, siswi SMANi 3 Sekardangan Sidoarjo, siswi kelas XI ini sudah memiliki wirausaha baru ‘Bom Donuts’ yang didirikan di Dusun Pecantingan, Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo.
Menurut Nindya, awalnya dirinya hanya iseng membuat kreasi Donuts Bomboloni kemudian diunggah ke Sosmed, ternyata banyak yang suka, banyak yang pesan bahkan dari Surabaya, akhirnya kini menjadi bisnis online. ”Mama berlatar belakangnya hobi masak, bisa bikin kue serta masakan nusantara. Saya pun mengikutinya,” katanya.
Nindya mengaku usahanya sempat berhenti dan pesanan tutup selama sebulan karena kondisi Covid 19 ini. Namun masih termotivasi ingin memiliki cafe sendiri, dan kedua orang tuanya pun mendukung keinginannya memiliki usaha sendiri dan mempunyai tabungan di hari tua.
Untuk pemasarannya pertama kali lewat online melalui foto, posting lewat status pun juga sudah bisa. Awalnya yang pesan teman – teman sekolah, terus dilihat prospeknya bagus hingga sekarang ini. ”Marketingnya sebelumnya saya lakukan ke Sosmed sampai Surabaya. Hingga sekarang buka di sini,” jelas Nindya, Minggu (4/4) kemarin.
Nindya berharap, dengan usaha ini dapat bermanfaat, mencapai target dan menambah lapangan pekerjaan. Kami buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Bulan Ramadhan mulai pukul 14.00 – 21.00 WIB dengan harga kisaran Rp7 ribu hingga Rp9 ribu dengan varian rasa.
“Masa pandemi salah satu pemasaran melalui Medsos, lewat instagram. Dan bila mau datang ke cafe harus tetap menerapkan Prokes, yakni siapkan untuk cuci tangan hand sanitizer,” terang Nindya.
Sementara itu, Sulis Setyowati, ibunda Nindya Ayu mengaku bersyukur dan bangga dengan anaknya. Selain sekolah, ananda Nindya Ayu juga selaku Manager Bom Donuts harus bisa mengelola usahanya saat pandemi.
Sekarang, banyak anak – anak muda kreatif yang membuka usaha. Sulis menyarankan, agar usaha dimulai dari hobby supaya dalam menjalankannya hati merasa senang dan tidak merasa jenuh. ”Dalam usaha ini kami mencoba mengangkat produk rumahan supaya nantinya mendapat tempat di hati masyarakat para penikmat donat,” imbuh Sulis Setyowati. [ach]

Tags: